Seorang gadis yang tengah mendekap di sebuah tembok kosong terlihat seperti tertekan dan merasa takut, Jumat (22/1) || Dok: TROTOAR.
GOWA – Empat pelajar yang terlibat aksi kekerasan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diamankan polisi.
Setelah sebelumnya viral video aksi kekerasan yang dialami oleh salah seorang pelajar SMA di Gowa.
Kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Gowa, Rabu (3/11/2021) di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa.
Diketahui, korbannya seorang siswi SMA di Kabupaten Gowa berinisial SA (15). Ia dianiaya di Jl Tun Abd Razak, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman mengatakan, pihaknya telah mengamankan lima orang remaja dan telah diperiksa oleh penyidik PPA Polres Gowa.
“Jadi kami menerima laporan kasus kekerasan secara bersama-sama terhadap anak, sehingga kami pun bergerak cepat melakukan pemeriksaan para saksi-saksi setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, napas dan peksos,” kata AKP Boby saat ditemui di kantornya.
Dia menyebut, bahwa korban dan pelaku masing-masing terbilang di bawah umur
“Jadi ada dua terduga pelaku aktif melakukan kekerasan terhadap korban pada video viral ini. Terduga pelaku yang terlibat masih pelajar salah satu sekolah di Gowa dan Makassar,” ungkap AKP Boby.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…
KENDARI, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan Terbaik I sebagai Provinsi Creative Financing…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan progres pembangunan infrastruktur jalan dalam…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Business Champion Australia untuk Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AC, menyelesaikan kunjungan kedelapannya…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis bagi alumni Program Magang…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Jamaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Ujung Pandang dijadwalkan akan kembali…
This website uses cookies.