Bacakan Pledoi, Apakah Nurdin Abdullah Akan Bebas?

Suriadi
Suriadi

Selasa, 23 November 2021 18:28

Terdakwa Sekretaris Dinas PU Sulsel Edy Rahmat diperiksa usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/4/2021). Edy terkait dengan kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga melibatkan Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.
Terdakwa Sekretaris Dinas PU Sulsel Edy Rahmat diperiksa usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/4/2021). Edy terkait dengan kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga melibatkan Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.

Trotoar.id Makassar — Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Kota Makassar kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap dan Gratifikasi uang menyeret Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel non aktif dan Edy Rachmat Mantan Sekretaris Dinas PUTR

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan pembelaan atau pledoi yang dibacakan terdakwa Nurdin Abdullah di hadiri sejumlah kerabat dan keluarga Nurdin Abdullah

Bahkan dalam Pledoi, Nurdin Abdullah terhadap dirinya dapat divonis bebas dalam kasus yang disangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Namun Apakah Nurdin Abdullah dapat bebas dari jeratan hukum yang diajukan Jaksa KPK dengan hukuman enam tahun Penjara dengan uang pengganti sebesar Rp 3.1 M dan 350 Dollar Singapura?

Dalam pledoi nya Mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut mengatakan, dirinya berharap dapat dibebaskan karena dia ingin melanjutkan pembangunan di Sulsel, bahkan dia juga tidak membantah telah menerima uang dari pengusaha 

Namun uang yang diterimanya dari pengusaha tak lain untuk membantu pembangunan Masjid, kalau pun itu dianggap salah saya siap di hukum. 

“Saya orang yang tidak terlalu paham tentang hukum, apa yang saya lakukan semua untuk membantu pembangunan Masjid, jika membangun masjid dianggap salah, maka saya siap di hukum,’ katanya 

Dia juga mengatakan jika dirinya memiliki kebiasaan membantu pembangunan masjid, sehingga dirinya berharap agar kebiasaan membantu pembangunan masjid menjadi pertimbangan hakim untuk membebaskan dirinya dari segala tuntutan yang diajukan JPU KPK.

“Saya memohon kepada yang mulia majelis hakim sebagai pintu terakhir penjaga keadilan, Untuk membebaskan dirinya dari segala tuntutan dan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, ” Harapnya 

Bahkan Nurdin mengaku jika dia berharap untuk kembali bisa memimpin Sulsel sekaligus mengobati kerinduannya kepada masyarakat Sulsel, jika keinginannya untuk bebas dari jeratan hukum dikabulkan oleh majelis hakim pengadilan Tipikor PN Makassar 

Sebab dia memiliki mimpi untuk menuntaskan pembangunan Stadion Mattoangin, yang direncanakan akan menelan biaya sebesar Rp10. 2 T. 

“Saya memiliki mimpi bagaimana Stadion Mattoangin bisa kembali di bangun dan juga saya rindu mendengar teriakan mendengarkan riuhan serta dan tepuk tangan para pecinta sepakbola bola,” Katanya.

Penulis : Upi


 Komentar

Berita Terbaru
News05 Desember 2021 23:03
Erupsi Gunung Semeru, Bupati Luwu Utara Kirim Doa untuk Warga Terdampak
Trotoar.id, Luwu Utara --- Bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengundang empati dan simpati ...
Pendidikan05 Desember 2021 22:56
Alumni Smansa Makassar Mendapat Apresiasi Dua Kali Mengembangkan Celltech Stem Cell , Deby Vinski : Semua Untuk Indonesia
Trotoar.id, Makassar -- Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) dan Pemilik Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking yaitu Prof d...
Daerah05 Desember 2021 22:49
SKB CPNS Luwu Utara Resmi Berakhir, Sepasang Suami-Istri Raih Nilai Tertinggi Kedua
Trotoar.id, Makassar --- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara ...
News05 Desember 2021 21:08
Ratusan Warga Antusias Hadiri Reses Syaharuddin Alrif
Trotoar.id, Makassar -- Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif menggelar reses masa sidang ketiga tahun 2021 di Panker, pelataran Monumen Ganggawa...