Categories: LifestyleNews

WR II Unismuh Makassar Nilai Film ‘Ambo Nai’ Wujud Pelestarian Bahasa Bugis

MAKASSAR, trotoar.id – Pakar linguistik Universitas Muhammadiyah Makassar Dr Andi Syukri Samsuri mengapresiasi film karya anak Bugis berjudul “Ambo Nai Sopir Andalan”

Film itu tayang di berbagai bioskop tanah air dengan menggunakan bahasa Bugis. Para pemerannya pun memberdayakan putra-putri Bugis Makassar.

Dr Andis—sapaannya, menilai film itu adalah wujud pelestarian bahasa Bugis di era revolusi industri 4.0 ini.

Melalui film Ambo Nai, bahasa Bugis bisa didengarkan oleh para penikmat film dari berbagai wilayah tanah air. 

“Film Ambo Nai bagian dari salah satu pemertahanan bahasa Ibu,” kata Dr Andis Sabtu (26/2/2022).

Film Ambo Nai Sopir Andalan tayang perdana di berbagai bioskop tanah air pada Kamis (24/2/2022) kemarin. Film ini menggunakan bahasa Bugis bernuansa lokal yang tayang secara nasional.

Andis mengungkapkan, kebertahanan sebuah bahasa daerah merupakan simbol kebertahanan konsep nilai kebudayaan tradisional.

Jika bahasa daerah hilang dan punah, maka hilang dan punah pula konsep nilai kebudayaan tradisional.

“Karena kebudayaan tradisional hanya dapat dimengerti dengan baik melalui ungkapan bahasa daerah masyarakatnya,” kata Andis.

Wakil Rektor (WR) II Unismuh Makassar itu mengungkapkan, pada masa pandemi covid-19 ini banyak istilah-istilah asing yang bermunculan.

Baik yang muncul di media sosial ataupun langsung diungkapkan oleh pemerintah. Istilah asing itu dinilai bisa menggeser bahasa Ibu.

Ia mencontohkan istilah asing yang sering muncul seperti social distancing, Work From Home, Online, Physical Distancing

“Penggunaan istilah asing yang eksis dua tahun terakhir ini menjadi bagian kecil yang dapat menggeser penggunaan bahasa Ibu,” katanya.

Menurutnya, pada awal-awal masa pandemi sempat “memaksa” orang-orang untuk beraktivitas dari rumah.

Hal itu dinilai seharusnya dapat dijadikan momen untuk menjaga kelestarian bahasa Ibu, dalam hal ini bahasa daerah.

“Bagaimana tidak? interaksi yang dulunya banyak dilakukan di luar rumah yang menuntut kita untuk menggunakan bahasa kedua atau bahkan bahasa asing kini berubah menjadi interaksi dalam ruang lingkup yang lebih kecil, yaitu keluarga,” katanya. 

“Momen bekerja dari rumah dan belajar dari rumah seharusnya digunakan untuk berinteraksi menggunakan bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian bahasa pertama yang dominan digunakan oleh masyarakat Indonesia yang bersuku bangsa,” sambungnya. (*)

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

PSI Selayar Tancap Gas Konsolidasi, Perkuat Struktur hingga Desa

SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…

2 jam ago

TP PKK Makassar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Bimtek dan Peninjauan Kebun Aku Hatinya PKK

MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…

6 jam ago

Buka Karang Taruna Cup II, Aksi Bupati Sidrap Main Voli Semarakkan Suasana

SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan…

6 jam ago

Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Pemkot Makassar

JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat…

8 jam ago

Lawan Stunting, Pemkab Sidrap Gencarkan Kampanye Hidup Sehat

SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui kampanye…

8 jam ago

Pesan Tegas Bupati di Rakor Pendidikan Sidrap: Tanamkan Karakter Siswa Melalui Budaya Bersih

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya penanaman…

9 jam ago

This website uses cookies.