Categories: NasionalNewsRegional

Sebut Pemindahan IKN Hanya Bisa Dilakukan oleh Orang yang Bercita-cita Besar, Ngabalin: Indonesia Jadi Petahana Surga

Jakarta, trotoar.id – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyebut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara adalah cita-cita besar.

Ia menganggap bahwa cita-cita itu sekaligus sejarah besar bangsa Indonesia.

Sehingga, kata dia, yang mampu melakukan semua itu hanyalah orang-orang yang juga memiliki cita-cita besar.

Bahkan, ia menyebut Indonesia adalah petahana surga yang selalu indah untuk dijadikan tempat tinggal.

“Indonesia menjadi petahan surga yang selalu indah dan damai untuk didiami oleh siapa saja. IKN adalah catatan sejarah besar bangsa dan negeri kita, hanya bisa dilakukan oleh orang memiliki cita-cita besar. Selamat kita punya Daerah Khusus Ibukota Nusantara,” tulis Ali Mochtar Ngabalin, kepada trotoar.id, Minggu (13/3).

Sebelumnya, ia menerangkan bahwa gagasan pemindahan IKN ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur adalah bukti keseriusan pemerintah dalam memeratakan pembangunan agar tidak terpusat di Pulau Jawa.

“Sebagian besar APBN hanya berputar di Jawa. Jadi gagasan pertama dan utama dari pemindahan IKN ini adalah agar Indonesia tidak menjadi Jawa sentris,” kata Ali Ngabalin dalam Forum Diskusi daring bertajuk Menakar Peluang dan Tantangan Pemindahan Ibu Kota Negara, Sabtu (29/01/2022).

Hal tersebut bukan tanpa alasan, Pulau Jawa selalu menjadi penyumbang terbesar bagi Perekonomian Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Pulau Jawa mencatatkan angka 57,55 persen untuk besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2021. Ini artinya perputaran ekonomi terbesar terjadi di Pulau Jawa.

Sementara itu, PDB di Pulau Kalimantan tercatat sebesar 8,32 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,98 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,45 persen.

“Dengan pemindahan IKN ini perputaran APBN, alokasi keuangan, dan kebijakan yang tadinya berpusat di Pulau Jawa dapat bergeser dan merata ke pulau di luar Jawa. Ini akan memutus mata rantai, ‘apa-apa Orang Jawa’,” lanjut Ali Ngabalin.

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…

2 jam ago

Sekretaris Kwarcab Sidrap Buka Musyawarah Ranting Baranti 2026

SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…

15 jam ago

Di Pelantikan HDCI, APPI Tawarkan Makassar sebagai Pusat Touring Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…

15 jam ago

Pesan Wabup Nurkanaah untuk Wisudawan UT: Berikan Kontribusi Terbaik bagi Daerah

SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…

15 jam ago

Makassar Tembus Peringkat Nasional Kota Toleran

MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…

15 jam ago

Tepat di Hardiknas, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026–2030

MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali…

19 jam ago

This website uses cookies.