Trotoar.id, Makassar -Naas menimpa Rahmadil Maarif (19), calon siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2022, di Makassar, Sulawesi Selatan. Cita-citanya bergabung di Korps Bhayangkara itu, pupus karena tulang lengan kiri patah.
Dia mengalami patah tulang saat berjuang dalam menggapai cita-citanya. Anak yatim piatu asal Kabupaten Bone itu, mengalami kecelakaan saat mengikuti rangkaian tes Kesemaptaan Bintara Polri Gelombang ke II di Gor Sudiang, Makassar, Selasa (24/5) kemarin.
Saat itu, Rahmadil mengikuti tes Poll-up. Saat bertengger atau bergantung di besi pegangan (Kettler Deluxe Door Chining Bar), tiba-tiba terdengar suara retakan dan membuat Rahmdali menjerit kesakitan. Ia kemudian menjatuhkan diri dengan keluh, lengan kiri sakit.
Karena tak kuat menahan sakit lengannya, Rahmadil kemudian dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Makassar. Berdasarkan hasil diagnosa dari dokter, ternyata tulang lengan kirinya patah. Rahmadil pun harus mendapatkan perawatan medis. Bahkan, ia harus menjalani operasi.
“Dia tes kesemaptaan dan kecelakaan. Dan hasil diagnosa dokter, lengan kiri patah. Ia saat ini tengah dirawat di RS dan rencana mau di operasi,” kata Munadi Marpa, keluarga Rahmadil kepada wartawan, Rabu (25/5).
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana mengaku tak mengetahui adanya Casis kecelakaan saat mengikuti rangkaian tes hingga patah tulang.
“Belum ada info. Kecelakaan saat tes apa dia ?,” kata Komang saat dihubungi terpisah.
Komang menerangkan, dalam rangkain tes Casis Polri merupakan tanggung jawab dari panitia. Dan apabila diluar pelaksaan tes dan terjadi kecelakaan, maka otomatis itu bukan tanggungjawab penyelenggara. Itu tanggungjawab keluarga atau casis sendiri.
“Dalam pelaksanaan tes Casis ada dalam pengawasan Polri. Diluar pelaksanaan tes itu, apabila kecelakaan menjadi tanggung jawab orang tua dan yang bersangkutan,” ucapnya.
Dalam setiap tahapan tes, lanjut Komang, panitia penyelenggara terlebih dahulu akan memberikan instruksi tata cara tes. Dan khususnya di bagian tes Kesamaptaan, panitia wajib untuk memberikan petunjuk tes hingga pemanasan. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.
“Sudah di sampaikan setiap test awal kesamaptaan, sudah diberi petunjuk-petunjuk tes. Setelah itu ada pemanasan peregangan sebelum tes dimulai,” tandas Komang.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…
KENDARI, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan Terbaik I sebagai Provinsi Creative Financing…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan progres pembangunan infrastruktur jalan dalam…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Business Champion Australia untuk Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AC, menyelesaikan kunjungan kedelapannya…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis bagi alumni Program Magang…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Jamaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Ujung Pandang dijadwalkan akan kembali…
This website uses cookies.