Fauzan Amir Uskara Bendahara Umum PPP
Tindakan curang dalam proses politik merupakan bukan hal yang tabu lagi didengar, bahkan ketua Dewan Pimpinan WIlayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan memperbolehkan tindakan tersebut dilakukan asalkan bukan di internal PPP
Hingga tindakan curang telah menjadi bagian dari upaya berpolitik kader PPP, dan itu ditegaskan di hadapan Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono dan Jajaran DPP, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, dan ratusan kader PPP yang hadir MUskerwil di Hotel Four Poin by Sheraton, Makassar, kemarin (3/10/2022).
“Saya selalu sampaikan kepada teman-teman kalau ada yang ingin berbuat curang, silakan. Tapi jangan sampai ketahuan,” seru Imam Fauzan dengan berapi-api.
Bukan tanpa alasan menurutnya tindakan curang dalam berpolitik di tubuh PPP merupakan sebuah kebiasaan. Hanya saja, Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel itu berulang kali menegaskan, bila permainan curang itu jangan sampai ketahuan.
Dalam konteks permainan curang saat Pemilihan Legislatif (Pileg), Imam memberikan batasan. Katanya, permainan curang tak boleh dilakukan setelah pemungutan suara.
“Curangnya cukup sampai pemilihan. Setelah terpilih jangan lagi ada yang berbuat curang,” ucapnya berulang kali.
Lebih jauh disampaikan, partai bernilai bila memiliki kursi di DPR/DPRD. Makanya, ia menekankan, agar DPC PPP kabupaten/kota untuk jeli dalam menyusun komposisi calon legislatifnya.
“Jadi dalam hal menyusun komposisi caleg, cukup pastikan bahwa di dapil tersebut PPP sudah pasti mendapat satu kursi. Terkait siapa yang akan duduk, itu urusan nanti,” tegas Imam yang dihadiahi tepuk tangan oleh kader.
Atas seruan tersebut, Badan Pengawas Pemilu Sulsel Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad berharap, perkataan Fauzan hanya sekadar guyonan semata. Namun, bila Ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel itu serius menyatakan hal itu, maka pernyataannya dianggap sebagai preseden buruk dalam demokrasi.
“ini Ibarat pertandingan sepakbola, peserta Pemilu (termasuk partai) adalah pemain. KPU adalah panitia yang mempersiapkan seluruh sarana dan kebutuhan, dan bawaslu dan masyarakat adalah suporter. Jika ada salah satunya yang curang, yakinlah pertandingan itu akan tidak nyaman ditonton dan pada akhirnya bisa rusuh,” papar Saiful dalam keterangan tertulisnya, pada Selasa (4/10/2022).
Olehnya itu dia menganggap pernyataan ketua DPW PPP Sulsel candaan belaka, sebab partai mana pun tidak ingin dicurigai dalam proses demokrasi
“Tetapi jika pernyataan itu benar, tentu akan menjadi perhatian dan keseriusan kita semua, untuk memastikan tidak ada tindakan kecurangan dari siapapun dan kepada siapapun
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…
SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan…
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui kampanye…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya penanaman…
This website uses cookies.