Trotoar.id, Makassar – Kembali Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) menorehkan prestasi yang cukup membanggakan, Profesi Apoteker berhasil meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan tinggi Kesehatan (LAM-PTKes)
Farmasi UMI merupakan perguruan tinggi swasta pertama di luar pulau jawa yang mampu meraih Akreditasi Unggul, dan sejarah pertama bagi fakultas Farmasi khususnya Profesi Apoteker sejak berdiri di tahun 2016
Ditemui di ruang kerjanya Dekan Fakultas Farmasi UMI, Abd Malik, Phd menyampaikan pemberian akreditasi Unggul terhadap profesi Apoteker Farmasi UMI, hasil dari kerja keras para civitas akademik
Karena untuk meraih Akreditasi unggul persaningan cukupo ketat, apa lagi ada 9 variabel wajib dipenuhi, salah satunya adanya hasil karya dan penelitian mahasiswa dan dosen yang dipatenkan dan terdaftar di HAKI, serta infrastruktur pendidikan dan dan kualifikasi pendidikan tenaga pengajar
“Alhamdulillah, Farmasi UMI satu-satunya PTS di Luar pulau jawa yang mampu meraih akreditasi unggul dari LAM PTKes, dari 9 variabel yang menjadi ukuran kami mampu menghadirkan semuanya hingga kami diberi akreditasi Unggul,” Katanya.
Selain Profesi apoteker, Fakultas Farmasi umi juga diganjar akreditasi Baik Sekali, sehingga untuk mempertahankan capaian yang diberikan Fakultas Farmasi untuk UMI akan lebih meningkatkan kompetensi tenaga dosen dengan kualifikasi pendidikan doktoral
Fakultas yang dipimpin pria lulusan Doktor pada Universitas Kopenhagen di Denmark, yang baru berusia 41 tahun tersebut, mendorong penerapan sains terapan kepada mahasiswa sebagai salah satu langkah Fak Farmasi dalam meningkatkan kualitas
Dilihat dari keberhasilan mahasiswa Farmasi UMI menjuarai sejumlah event tingkat nasional, dan Lokal yang telah ditorehkan, dan keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran serta Sumber Daya Manusia (SDM) Dosen dalam melakukan pembinaan dan materi ilmu kepada mahasiswa
“Iya penerapan sains teknologi sangat penting dalam menunjang kualitas pendidikan, sebab diera saat ini penerapan sains sangat dibutuhkan, khusus dalam bidang kesehatan,” Jelasnya
Dia menjelaskan, jika tenaga pendidik di Fakultas Farmasi UMI sebagian besar merupakan lulusan Doktor baik dalam negeri maupun luar negeri, dan mereka semua juga telah melahirkan beberapa jurnal-jurnal internasional hingga Farmasi UMI dilirik oleh lembaga BPOM untuk ikut melakukan pengawasan dan pengujian bahan berbahaya khusus pada kosmetik.
“Iya kami memang diminta oleh BPOM menyiapkan tim untuk menjadi bagian dari pengawasaan dan tim penguji bahan berbahaya seperti penggunaan mercury dalam kosmetik dan timnya juga sudah kami bentuk,” Pungkasnya
Pria kelahiran 1981 itu menjelaskan saat ini ada beberapa dosen di Fakultas Farmasi UMI sedang mengejar pendidikan Doktor di luar negeri seperti di Jepang, Inggris, Thailand dan beberapa negara berkembang lainnya.
Diketahui saat ini Farmasi UMI telah berhasil mencetak kurang lebih 1000 orang alumni profesi Apoteker dan ribuan sarjana farmasi yang telah mengabdi di sejumlah instansi baik swasta maupun milik pemerintah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mendorong pemerintah provinsi untuk memperkuat pengawasan dan penertiban…
MAKASSAR, Trotoar.id — Progres pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat merespons anjloknya harga telur di…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi antara teknologi peternakan modern dan ketelatenan peternak di Kabupaten Sidenreng Rappang…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, mengapresiasi kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam persiapan…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana dengan…
This website uses cookies.