Categories: Daerah

Destruktif Fishing Kembali Santer Wabup Selayar Tagih Janji Anggota DPR RI

Pemda Selayar

Trotoar.id, Selayar – Rumor kembali santernya kegiatan destruktif fishing di perairan laut Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan membuat geram Wakil Bupati, H. Saiful Arif, SH. 

Menanggapi kabar kembali santernya issu kegiatan destruktif fishing, Saiful menegaskan, persoalan ini, perlu dicermati untuk menentukan titik koordinat lokasi terjadinya praktik destruktif fishing. 

“Jika kejadiannya berlangsung di dalam wilayah Taman Laut National Takabonerate, maka secara otomatis menjadi tanggung jawab Balai Taman Nasional Taka Bonerate sebagai Perpanjangan Tangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)  di Selayar untuk mengatasi hal tersebut,” tandasnya kepada wartawan di rumah jabatan Wakil Bupati, Jln. Jend. Sudirman,  Benteng, Minggu, (22/1) malam. 

Balai Taman Nasional Takabonerate dengan jajajaran personil yang di-sk-kan, digaji, diberi anggaran, serta bekal peralatan oleh negara untuk mengamankan wilayah Taman National Takabonerate. 

Namun, bila berada di luar kawasan Taman National Takabonerate, maka permasalahannya kembali pada tataran kewenangan pemerintah kabupaten untuk menentukan siapa dan instansi mana yang akan mengantisipasi hal tersebut. 

Mantan Ketua MCS (monitoring, controlling, dan surveillance) di era Coremap itu kembali mengingat era kejayaan coremap yang pada masa itu mendapat optimalisasi dukungan baik dari segi ketersediaan personil, logistik, armada kapal patroli, peralatan, bersama empat unit spead boad dan delapan unit Pengawas Karang dengan armada “Jolloro” untuk melakukan pendataan, pengamatan dan penindakan. 

Giat patroli terpadu digelar MCS bersama unsur aparat Kepolisian dari Polres, Balai Taman National, dan unsur Balai Taman Nasional Takabonerate dan jajaran Kodim 1415/Selayar.

Namun sayang sekali kata dia karena program MCS Coremap sudah terhenti, bersamaan dengan distopnya anggaran operasional serta hilangnya armada pendukung. 

Program MCS Coremap terhenti, bersamaan dengan lahir serta terbentuknya Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai perpanjangan tangan kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, kenangnya. 

Permasalahan yang terjadi kemudian di lingkaran pemerintah kabupaten, karena kabarnya kewenangan ditarik pemerintah provinsi dan menyebabkan hilangnya kewenangan penganggaran pengawasan serta pengamanan laut yang sebelumnya dianggarkan di masing masing desa pesisir. 

Pasca penarikan kewenangan ke provinsi, kebijakan pengalokasian anggaran pengawasan di level pemerintah desa,  kemudian disebut berpotensi menjadi temuan. 

Menyikapi penarikan kewenangan oleh Pemprov Sulsel, dengan gamblang, Saiful menegaskan Pemprov Sulsel memiliki tanggungjawab dan kewajiban untuk menyiapkan tiga P, yang terdiri dari Personil, Peralatan dan Penganggaran. 

Jika Kewenangan ditarik, maka konsekwensinya siapkan “3 P”.

Hal ini dianggap penting dan perlu untuk menjadi bahan masukan serta usulan dari seluruh kabupaten yang terdiri atas wilayah kepulauan. 

Terakhir, orang nomor dua di lingkungan pemerintah Kabupaten Selayar itu mendesak agar pembentukan dan peningkatan status

Angkatan Laut setingkat Polres dan Kodim, bisa dipercepat dengan mendasari pengajuan persyaratan anggota DPR RI yang sebelumnya sempat meminta pemerintah kabupaten untuk menyiapkan lahan seluas sepuluh hektar. 

Persyaratan itu, kata Saiful telah dipenuhi pemerintah kabupaten yang telah melakukan penyerahan sertifikat secara formal ke TNI-AL. Status Kelembagaan  AL setingkat “pos” sangat terbatas peralatannya, armada, operasional, dan personilnya, sehingga sangat tidak sebanding dengan luasnya wilayah Laut Selayar yang harus diamankan,  pungkasnya. (FS)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

DPRD Soroti Tambang Ilegal, Minta Pengawasan Galian C di Sulsel Diperketat

MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mendorong pemerintah provinsi untuk memperkuat pengawasan dan penertiban…

13 jam ago

Stadion Sudiang Dikebut, Proyek Rp674,9 Miliar Ditarget Rampung 2027

MAKASSAR, Trotoar.id — Progres pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga…

13 jam ago

Stabilkan Harga Telur, Pemkab Sidrap Gandeng PT CPI Kampanyekan Konsumsi

SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat merespons anjloknya harga telur di…

15 jam ago

Sapi Hasil Inseminasi Buatan Peternak Sidrap Diusulkan Jadi Kurban Presiden

SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi antara teknologi peternakan modern dan ketelatenan peternak di Kabupaten Sidenreng Rappang…

15 jam ago

Koperasi Merah Putih Segera Diresmikan, Wabup Sidrap Tekankan Kekuatan Kolaborasi

SIDRAP, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, mengapresiasi kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam persiapan…

16 jam ago

Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Usai Tiba dari Jakarta

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana dengan…

16 jam ago

This website uses cookies.