Site icon Trotoar.id

Kuota Pendampin Jamaah Haji Lansia Dihilangkan, Komite III DPD RI: Ini Bahan Evaluasi Kami

Trotoar.id

Ketua Komite III DPD RI Hasan basri Didampingi Anggota DPD RI Asal Sulsel Lily Ameli Salurapa Menerima Plakat Dari Penjabat Sekretaris Daerah proivinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang

Trotoar.id, Makassar — Komite tiga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan kunjungan kerja ke pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, dalam rangka memantau pelaksanaan ibadah haji tahun 2023

Kunjungan kerja Komite tiga dipimpin langsung ketua Komite III Hasan basri, yang didampingi sejumlah anggota Komite tiga salah satunya yang berasal dari Sulawesi Selatan Lily Amelia Salurapa  

Ketua Komite III Hasan Basri, menyebut jika masih banyak persoalan persoalan yang harus dituntaskan pemerintah dalam proses pelaksanaan ibadah haji, khususnya bagi jamaah lansia. 

“Persoalan klasik yang sering di hadapi adalah masalah pendamping dan kesehatan bagi jamaah haji khusus lansia, apalagi pendamping bagi jamaah lansia tahun ini dihilangkan, ini sebuah problem yang harus segera dievaluasi oleh pemerintah,” Katanya Hasan Basri 

Plt Sekretaris daerah Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bitang Bersama Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri dan ANggota Komite III dari Sulsle Lily Amelia Salurapa

Dia menyebut, hilangnya kuota bagi pendamping jamaah haji yang berasal dari keluarga jamaah, ini akan menjadi sebuah persoalan yang akan dihadapi jamaah haji lansia. 

Sebab kata dia perlakuan bagi jamaah haji lansia berbeda dengan perlakukan jamaah haji yang bukan lansia, apalagi jika jamaah haji lansia ingin melakukan MCK siapa yang akan merawat dan membersihkan jamaah haji tersebut. 

“Mana ada jamaah haji yang bukan keluarganya ingin membersihkan tubuh jamaah lansia, apalagi jamaah tersebut usai melakukan MCK< termasuk memapah jamaah haji lansia, itukan sulit,” Kata dia 

Sementara Itu Lily Amelia Salurapa pun mengaku, kebijakan pemerintah yang menghilangkan kuota bagi pendamping jamaah haji lansia harus di evaluasi untuk pelaksanaan haji tahun depan, sebab ini sebuah persoalan besar yang dihadapi pada proses pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Exit mobile version