Categories: Politik

Jarak Elektabilitas Ganjar Ketinggalan Jauh Ini Penyebabnya

Pilpres 2024

Trotoar.id, Makassar — Lingkar Survei Indonesia (LSI) menyebutkan dua hal yang menyebabkan Jarak Elektabilitas Ganjar Pranowo Ketinggalan Jauh dari Prabowo Subianto 

Pertama, empat blunder Ganjar + Mega.  Kedua: dua gerakan cantik Prabowo.  Inu gabungan antara blunder Ganjar dan PDIP dengan manuver Prabowo sendiri.

Mengapa disebut blunder? Dalam riset ini, blunder diistilahkan untuk tindakan yang mengurangi tingkat elektabilitas capres. Sedangkan langkah cantik untuk manuver yang menambah elektabilitas capres.

𝘽𝙡𝙪𝙣𝙙𝙚𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖, 𝙬𝙖𝙬𝙖𝙣𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙂𝙖𝙣𝙟𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙣𝙩𝙤𝙣 𝙫𝙞𝙙𝙚𝙤 𝙥𝙤𝙧𝙣𝙤.

Wawancara Ganjar dengan Deddy Corbuzier yang menyatakan apa salahnya menonton video porno selaku orang dewasa, segera menyebar dan viral kembali menjelang pemilu presiden 2024. Itu video lama yang diangkat kembali.

Publik yang menyatakan kurang wajar/tidak wajar sama sekali terhadap capres yang suka menonton video porno mencapai 86.1%. 

Ketidaksukaan publik terhadap video porno, selain karena alasan agama, bisa juga disebabkan karena banyak berita ahli yang menyatakan menonton video porno merusak kesehatan.

Ganjar menyatakan pernyataannya soal video porno itu dipenggal. Tapi banyak media memberitakan berbeda. Contohnya adalah pemberitaan di tempo.co pada tanggal 4 Desember 2019. 

Di artikel berita tersebut, bahkan menjadi judul, “Ganjar Pranowo : Kalau Saya Nonton Film Porno, Salahnya di Mana?” Publik terlanjur mempercayai pernyataannya Ganjar yang menyatakan ia suka menonton film porno.

Soal Ganjar mengaku menonton video porno bahkan kini dijadikan sayembara nasional. Wanita Perisai sebagai pemrakarsa sayembara nasional ini menyatakan bahwa isu menonton pornografi jangan dianggap sepele.

Para tokoh dan segmen yang tak suka Ganjar Pranowo menemukan satu isu sensitif untuk dikampanyekan: Blunder Ganjar soal pernyataannya untuk menonton video porno.

Di internet, maraknya isu ini terlihat dari banyaknya potongan video wawancara Ganjar dengan Deddy Corbuzier yang  Ganjar menyatakan: “Kalau saya nonton film porno itu salah saya di mana? Saya dewasa.” Beramai-ramai tokoh lain berkomentar, termasuk tokoh agama yang mengecam.

Di satu sisi, Ganjar menyatakan sebuah kejujuran. Hal yang biasa terjadi jika orang dewasa pernah menonton video porno.

Namun seorang tokoh yang kini menjadi Capres menyatakan kejujuran soal nonton video porno di publik itu kontroversial. Para lawannya dengan mudah menyatakan: “Tak apa kita menonton video porno. Itu pak Ganjar saja yang menonton video porno bisa jadi Capres kok.”

Ganjar  perlu lebih hati-hati soal komentarnya di publik soal menonton video porno. Isu ini terus digulirkan di publik melalui sayembara nasional yang digerakkan kaum perempuan Wanita Perisai. Ini dapat menggerus dukungannya  terutama di segmen pemilih perempuan dan penganut agama Islam yang taat.

𝘽𝙡𝙪𝙣𝙙𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙗𝙚𝙡 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨 𝙥𝙖𝙧𝙩𝙖𝙞.

Megawati menyebut  presiden (capres Ganjar) adalah petugas partai. Megawati berulang-ulang mengatakannya ke publik. Dulu ia katakan itu untuk  Presiden Jokowi. Kini ia katakan untuk Capres Ganjar.

Di satu sisi, istilah petugas partai itu separuh benar. Capres memang tokoh yang ditugaskan oleh partai. 

Tapi jika sudah menjadi Presiden, lalu Presiden masih dipersepsikan sebagai petugas partai, ini memberi kesan partai politik lebih tinggi dibandingkan lembaga presiden. Atau seorang Presiden seolah bawahan atau petugas dari ketua umum partai yang mencalonkannya. Ini yang salah dan fatal.

Publik tidak suka dengan istilah Presiden petugas partai. Publik yang tidak setuju Presiden disebut petugas partai mencapai 69.9%. 

Presiden memang sejatinya bukan merupakan petugas partai dan bukan bawahan ketua umum partai. Prinsip demokrasi modern menyatakan ketika menjadi presiden, kesetiaan seorang pemimpin kepada bangsa dan negara, bahkan jika itu bertentangan dengan kepentingan partainya.

𝘽𝙡𝙪𝙣𝙙𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖, 𝙗𝙖𝙩𝙖𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙞𝙖𝙡𝙖 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙁𝙄𝙁𝘼 𝙐-𝟮𝟬.

Ganjar dipersepsikan ikut membuat batal Piala Dunia FIFA U-20.  Ganjar menjadi tokoh paling tinggi yang disalahkan atas batalnya piala dunia U-20. Sebesar 16.6% menyalahkan Ganjar.

Beberapa pihak sebenarnya sudah mengklarifikasi. Batalnya Piala Dunia U 20 tak berhubungan dengan ketidaksetujuan Ganjar atau tokoh PDIP lainnya. FIFA memiliki alasan berbeda. 

Namun opini publik terbentuk yang merugikan Ganjar Pranowo. 

𝘽𝙡𝙪𝙣𝙙𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩, 𝙂𝙖𝙣𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙘𝙖𝙬𝙚-𝙘𝙖𝙬𝙚 “𝙢𝙚𝙣𝙚𝙜𝙪𝙧” 𝙋𝙅 𝙂𝙪𝙗𝙚𝙧𝙣𝙪𝙧 𝘿𝙆𝙄 𝙅𝙖𝙠𝙖𝙧𝙩𝙖.

Komentar yang muncul dalam analisa kualitatif misalnya, Ganjar dianggap berlagak seperti Presiden ketika ia menelepon PJ Gubernur Jakarta menyampaikan keluhan pedagang Pasar Warakas Tanjung Priok. 

Sekali lagi, Ganjar Pranowo juga sudah memberikan penjelasan. Ia hanya menyampaikan keluhan dari warga yang ia jumpai. Apa salahnya?

Tapi di era menjelang pemilu presiden, langkah seorang Capres akan selalu menjadi sorotan.

Mayoritas publik menganggap Ganjar, sebagai sesama Gubernur, tak seharusnya menyampaikan keluhan ke PJ Gubernur  Jakarta. Sebanyak 74.7% menganggap Ganjar tak pantas menyampaikan keluhan itu. Hal ini karena “cawe-cawe” Ganjar terhadap PJ Gubernur Jakarta tersebut terpublikasi. 

Di sisi lain, dua langkah cantik Prabowo ikut memperlebar elektabilitas 𝘩𝘦𝘢𝘥-𝘵𝘰-𝘩𝘦𝘢𝘥 dengan Ganjar. 

𝙇𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙘𝙖𝙣𝙩𝙞𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖: 𝙋𝙧𝙖𝙗𝙤𝙬𝙤 𝙙𝙖𝙣  𝙋𝙧𝙚𝙨𝙞𝙙𝙚𝙣 𝙅𝙤𝙠𝙤𝙬𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙧𝙖𝙗.

Ini juga membentuk pikiran publik bahwa dukungan Jokowi mengarah ke Prabowo di Pilpres 2024. 

Ini masa di mana Jokowi masih populer. Ibarat pepatah menyatakan, jika kita dekat dengan bau harum, kita akan ikut harum.”

Data survei juga memperlihatkan pergeseran pemilih yang puas terhadap Jokowi dari Ganjar ke Prabowo. 

Januari dan Maret 2023, Ganjar unggul di pemilih  yang puas terhadap Jokowi. Namun di Juni dan Juli 2023, Prabowo unggul di pemilih yang puas terhadap Jokowi. 

𝙇𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙘𝙖𝙣𝙩𝙞𝙠 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙖: 𝙨𝙤𝙨𝙞𝙖𝙡𝙞𝙨𝙖𝙨𝙞 𝙋𝙧𝙖𝙗𝙤𝙬𝙤 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙠𝙤𝙢𝙞𝙩𝙢𝙚𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙟𝙖𝙝𝙩𝙚𝙧𝙖𝙖𝙣 𝙧𝙖𝙠𝙮𝙖𝙩.

Dalam banyak kesempatan Prabowo menyebutkan lima program ekonomi rakyat yang akan ia perjuangkan. Selain itu, para relawannya ikut menyebarkan billboard Prabowo: “Tegas, Sejahterakan Rakyat” di banyak kabupaten.

Isu yang diangkat Prabowo juga sesuai dengan harapan publik. Lima Program Ekonomi Rakyat: terjangkau hingga gratis, untuk pendidikan, biaya kesehatan, perumahan, sembako, dan biaya pinjaman dana usaha disukai publik sebanyak 83.5%. Ada juga yang tidak menyukai program ini, tetapi angkanya sangat kecil di angka 1.1% saja. 

Prabowo sudah sejak lama dikenal dengan kampanye menjadikan Indonesia Macan Asia. Identifikasinya dengan ekonomi rakyat sudah terbentuk lama sejak pemilu presiden 2014 dan 2019.

𝘽𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝟰: 𝙎𝙞𝙖𝙥𝙖 𝘾𝙖𝙬𝙖𝙥𝙧𝙚𝙨 𝙋𝙧𝙖𝙗𝙤𝙬𝙤 𝙙𝙖𝙣 𝙂𝙖𝙣𝙟𝙖𝙧?

Ganjar memerlukan penguatan Cawapres secara teritorial. Untuk tambahan dukungan di Jawa Barat atau Jawa Timur mengemuka dua tokoh. Khofifah Indar Parawansa untuk di Jawa Timur. Ridwan Kamil (Kang Emil) untuk di Jawa Barat. 

Tapi untuk Cawapres Ganjar soal isu ekonomi, mengemuka beberapa tokoh. Erick Thohir menteri BUMN, Sandiaga Uno menteri Parekraf, dan Airlangga Hartarto-Menko Ekonomi.

Sedangkan  Cawapres Ganjar untuk dukungan pemilih Islam besar kemungkinan akan mempertimbangkan tokoh NU. Ada beberapa nama yang masuk radar dan berpotensi menjadi Cawapres Ganjar.

Prabowo memerlukan penguatan Cawapres untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penguatan di Jawa Tengah bisa mempertimbangkan Gibran Rakabuming Raka. Penguatan di Jawa Timur bisa mempertimbangkan Khofifah Indar Parawansa.

Cawapres Prabowo untuk isu ekonomi mengemuka dua tokoh. Airlangga Hartarto dan Erick Thohir. Dua tokoh ini, secara isu ekonomi sangat kuat. 

Airlangga Hartarto memiliki nilai lebih seharusnya. Karena di samping ia memiliki kompetensi isu ekonomi, Ia juga ketum Partai Golkar, partai terbesar nomor dua. Airlangga juga memiliki akses ke sumber dana.

Tapi, jika menjadi Capres itu sangat ditentukan oleh elektabilitas, untuk menjadi Cawapres itu  lebih besar dipengaruhi oleh lobi tingkat elit. Di titik ini, Airlangga Hartarto perlu lebih memainkan kartu AS nya.

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Kafilah MTQ Makassar Raih 47 Juara, Wali Kota Munafri Arifuddin Berikan Bonus

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa bonus kepada kafilah Musabaqah Tilawatil Quran…

1 hari ago

Munafri Arifuddin Buka Sipakracca MMA Sulsel, 100 Atlet Siap Bertarung Menuju Level Dunia

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong prestasi olahraga dengan menjadi tuan…

1 hari ago

Pemkot Makassar Terapkan Sistem Merit Berbasis Digital, Munafri Tegaskan Karier ASN Harus Transparan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit berbasis…

1 hari ago

Bupati Sidrap Dorong Petani Modern, Kolaborasi Teknologi dan Mekanisasi Jadi Kunci

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa transformasi menuju petani modern…

1 hari ago

Wabup Sidrap Buka PIAUD Expo II, Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter Islami Sejak Dini

SIDRAP, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, resmi membuka kegiatan Pendidikan Islam Anak…

1 hari ago

Turnamen Gel Blaster Sidrap Dorong Ekonomi Lokal, Bupati Tekankan Peran UMKM

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka Turnamen Gel Blaster…

1 hari ago

This website uses cookies.