Trotoar.id, Makassar – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharudin Mengajak insan pers untuk mendukung dan berkontribusi besar besar terhadap pembangunan di Sulawesi Selatan.
Terkhusus dalam mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan , apa lagi Sulsel dikenal dengan wilayah Pantai yang panjang dan daratan yang luas
Dalam silaturahmi tersebut, dirjen pemerintahan umum dan Politik ini menyebutkan ada beberapa hal penting yang harus didorong agar seluruh daerah dapat merasakan pembangunan secara merata.
Salah satunya dengan membangun kawasan Industri dan pelabuhan kargo di daerah yang memiliki potensi seperti Bantaeng, Wajo, Bone Luwu, Takalar, Sinjai, Bulukumba, dan daerah yang akan menjadi penyokong ekonomi daerah di sekitarnya.
“Kita bisa lihat peta Sulawesi hampir 50 persen wilayah di Sulsel merupakan daerah pegunungan, sehingga kos pengangkutan komoditi akan mahal, olehnya dengan pembangunan Industri Pengolahan Komoditi dan pembangunan pelabuhan akan mampu menekan kos pengangkutan yang cukup mahal,” kata Bahtiar
Sebab saat ini kata Bahtiar jika pintu keluar masuk komoditi di Sulsel cuma ada dua,yakni kita Makassar dan Parepare, kita ingin spot-spot keluar masuknya komoditi dii Sulsel tersebar di beberapa daerah agar roda ekonomi berjalan dengan cepat
Dia juga menyampaikan biaya pengiriman barang olahan komoditi melalui laut lebih murah ketimbang melalui darat, belum lagi infrastruktur jalan milik provinsi yang panjangnya 2.800 KM belum menjamin kos pengangkutan akan lebih murah.
Dia juga mendorong agar kiranya Program pemerintah dalam pengembangan Budidaya Pisang dan perikanan Rumpong menjadi sebuah terobosan yang bisa memberikan dampak besar atas perekonomian rakyat
“Kalau Pisang dan Rumpong kita mampu kembangkan dengan baik maka jelas dan yakin ekonomi masyarakat akan tumbuh dan akan menjawab semua persoalan sosial yang ada di masyarakat selama ini,” ucapnya
Menurutnya dengan budidaya tersebut maka akan solusi sederhana dan cepat untuk memperkuat ketahanan pangan di sulsel hingga dapat mengendalikan angka inflasi
“Pengembangan budidaya pisang seluas 500 ribu hektar. Jika per hektar minimal 2.000 ribu pohon, maka akan ada satu miliar pohon pisang di Sulsel,” kata Bahtiar.
Jika berhasil mengembangkan budidaya pisang hingga 500 ribu hektar, kata Bahtiar, maka Sulsel bisa mengalahkan Philipina, yang hanya memiliki 450 ribu hektar tanaman pisang.
“Sulsel bahkan punya potensi dua juta hektare lahan tidak produktif yang bisa ditanami. Satu tahun ke depan, hingga 2024 mendatang, minimal kita budidaya pisang di 100 ribu hektar lahan,” urainya.
Khusus untuk rumpon massal, diharapkan akan segera terbangun di perairan Selat Makassar dan Teluk Bone.
“Dengan program tersebut, Sulsel akan menjadi produsen ikan laut terbesar mengalahkan Thailand,” terangnya.
“Rumpon akan menumbuhkan plankton secara alamiah. Jika ada plankton yang banyak, maka akan berkembang ikan-ikan kecil. Jika ikan-ikan kecil banyak, maka otomatis ikan-ikan besar akan datang dalam jumlah banyak,” sambung Bahtiar.
Ia merincikan, biaya rumpon bisa mencapai Rp35 juta per unit untuk rumpon yang dibangun di laut dalam. Sedangkan rumpon yang dibangun di laut dangkal hanya sebesar Rp10 jutaan per unit.
Bahtiar juga meminta kabupaten kota yang wilayahnya terdapat laut, agar menganggarkan program kegiatan pengembangan rumpon secara massal dalam APBD 2024.
Selain itu, Bahtiar juga menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, untuk segera menyusun proposal kepada Menteri KKP meminta dukungan pengembangan rumpon secara massal pada tahun 2024 mendatang
Tidak itu saja PJ Gubernur juga mendorong Dinas Pendidikan untuk berinovasi menjawab tantangan masa depan melalui dunia pendidikan, salah satunya menerapkan kursi bahasa Asing di sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan agar siswa-siswi memiliki bekal untuk dapat bersaing dengan negara-negara maju dalam pengembangan SDM
“Hampir negara-negara maju penduduknya menguasai bahasa Asing dan jelas itu menjadi modal besar mereka berkompetisi secara Global, sebut saja Abu Dhabi, para pelajarnya mampu menguasai berapa bahasa asing, sehingga mereka dapat menguasai dan mengimplementasikan kemampuannya dalam persidangan Global,” ucapnya
Dian Pun mencontohkan kemajuan teknologi saat ini semua menggunakan bahasa Asing sehingga mereka mampu menaklukkan kemajuan teknologi dengan memahami bahasa bahasa asing yang menjadi rujukan dari menakutkan teknologi saat ini
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Isu perpindahan sejumlah kepala daerah dari Partai Golkar ke partai lain mulai…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri kegiatan Sannipata Waisak dalam rangka Hari…
MAKASSAR, TROTOAR ID – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Sannipata Waisak 2026 yang…
BARRU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…
This website uses cookies.