Trotoar.id, Makassar – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Wanita Perisai, Megawaty, kembali mempersoalkan pengakuan Ganjar Pranowo yang mengaku suka menonton video porno saat Podcast di Channel Youtube Deddy Corbuzier Beberapa Waktu yang Lalu
Meski sebelumnya Pengurus Pusat Wanita Perisai sempat menggelar Sayembara Nasional berupa lomba tulis, meme dan video pendek untuk merespon kontroversi pengakuan Politisi PDIP tersebut.
Kepada awak media di Jakarta, Rabu 1 November, Megawati menegaskan, isu kontroversial tersebut harus tuntas.
Karena itu, dirinya akan terus mempersoalkan isu itu sampai Ganjar benar-benar menjelaskan alasannya untuk sekaligus meminta maaf kepada publik.
Kenapa? Karena dia mengungkapkan pengakuannya itu dalam posisi sebagai pejabat publik, yang sudah pasti berimplikasi publik. Tepatnya, saat masih menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah.
Dalam pandangan Megawaty, penjelasan tuntas soal dirinya suka menonton video porno dan diikuti permintaan maaf ini penting dilakukan untuk menjawab keraguan, minimal tanda tanya publik, terhadap kualitas mental dan moral dia.
“Saya kira ini ujian pertama dia sebagai calon pemimpin nasional. Kalau dia benar-benar mampu menjelaskan, baik secara etik, moral dan kultur sosial, disusul dengan permintaan maaf, pasti akan banyak orang yang simpati. Dan publik akan mengganjar dia sebagai pemimpin yang berintegritas tinggi, jujur, berjiwa besar, dan gentleman atas apa yang sudah diucapkannya itu,” katanya.
Sampai saat ini, lanjut dia, pengakuan Ganjar soal video porno itu masih terus menggelisahkan dirinya. Termasuk menggelisahkan banyak kaum ibu yang anak-anaknya sudah mulai melek internet dan sosial media.
“Kalau ini dibiarkan, saya khawatir pada saatnya pengakuan Ganjar itu akan dijadikan dasar yang melegitimasi, bahkan menjadi contoh buat anak-anak untuk menonton video porno. Lebih dari itu, bisa menjadi sinyal yang mengancam generasi muda karena dianggap sebagai bagian dari kampanye yang melegalkan pornografi,” tegasnya.
Sementara itu, kata dia, data Kemeninfo, ada 1,1 juta konten pornografi di internet sejak 2021. Dan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ada 66,6% anak laki-laki dan 62,3% anak perempuan di Indonesia yang menonton video porno.
Belum lagi, lanjutnya, jika berbicara efek dari pornografi itu. Bukan saja berdampak pada tindak perilaku kriminal seperti pemerkosaan dan pelecehan seksual seperti banyak diberitakan, juga berdampak buruk pada kesehatan.
Dalam kontek itulah, Megawaty juga meminta kepada Mahfud MD sebagai calon yang akan mendampingi Ganjar pada pertarungan Pilpres 2024 mendatang untuk memiliki tanggung jawab moral merespon hal itu sebagai salah satu isu besar nasional saat ini, yaitu pornografi.
“Sebagai cawapres yang juga tokoh muslim, Pak Mahfud, harus ikut membantu menjelaskan kepada publik, apa yang menjadi dasar Ganjar suka video porno. Apakah ada dalil dan ayatnya? Tapi, kalau Pak Mahfud menilai itu tidak benar dan tak sejalan dengan kultur sosial dan agama kita, sampaikan juga kepada publik,” tandasnya.
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes)…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse…
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar acara lepas sambut Ketua Pengadilan Agama…
JAKARTA , TROTOAR.ID — Dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menghangat.…
This website uses cookies.