Trotoar.kd, Makassar – Jelang Pemilu 14 Februari, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Aria Setiadi, Penjabat (PJ) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto secara kompak menyuarakan komitmen untuk menjaga Pemilu Damai melalui deklarasi di Kota Makassar.
Kegiatan yang dilakukan di sela-sela Literasi Digital untuk Pemilu Damai Makassar dengan tema ‘Cerdas Memilih Bijak Berkreasi’ ini menekankan pentingnya mendukung demokrasi dengan informasi fakta, menolak politik identitas dan SARA, serta berkomitmen menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.
“Dengan deklarasi ini, kami bersatu dalam semangat persatuan dan gotong royong menciptakan pemilihan yang damai, adil, dan bermartabat,” ungkap Menkominfo Budi Aria Setiadi, diikuti PJ Gubernur dan Wali Kota Danny Pomanto, pada Kamis (1/02/2024).
Menkominfo juga memberikan imbauan agar masyarakat bersikap bijak di media sosial, menggunakan metode BAS (Baca hati-hati, Ayo cek informasi, Stop informasi bohong dan mengandung konflik SARA) untuk menjaga ruang digital di tengah kontestasi politik.
“Tetap bijak dalam bersuara di ruang digital,” pesannya.
Selain itu, Menkominfo mengajak masyarakat untuk aktif datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari mendatang. Terutama pemilih pemula agar tidak golput.
“Untuk pemilih pemula, jangan Golput, dan tanggal 14 datang ke TPS,” tambahnya.
Wali Kota Danny Pomanto menegaskan tekadnya untuk mewujudkan Pemilu damai dan berkualitas di Kota Makassar. Beliau juga telah berkeliling di 15 kecamatan membawa visi tersebut dan mendorong tingkat partisipasi pemilih meningkat.
“Pemilu itu hanya lima tahun kembali, artinya begitu pentingnya pencoblosan ini. Jangan apatis dan jadilah pemilih cerdas,” tutup Danny Pomanto.

