Trotoar.id, Luwu – Responsif terhadap bencana, Bahtiar Baharuddin, Penjabat Gubernur Sulsel, melakukan kunjungan ke Lingkungan Suli Kota, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, yang sering kali menjadi korban banjir.
Kunjungan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan kepada warga yang terkena dampak bencana alam.
Saat kunjungan, Bahtiar Baharuddin secara langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Rosnawati, salah satu warga Suli.
“Harapan kami adalah bantuan ini bisa meringankan beban kami sebagai warga Suli, mengingat banjir sudah enam kali melanda daerah kami,” tambahnya.
Bahtiar menyatakan pemahamannya terhadap tantangan yang dihadapi oleh warga.
“Saya menyadari bahwa Suli baru saja mengalami banjir. Saya ingin melihat secara langsung apa yang bisa kita lakukan untuk membantu warga Suli. Banjir ini sepertinya menjadi masalah tahunan, dan kita perlu mencari solusi jangka panjang agar kita tidak terus-menerus mengalami hal yang sama setiap tahun,” ujarnya.
Pemerintah provinsi, di bawah kepemimpinan Bahtiar Baharuddin, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang lingkungan dan mendukung program-program berkelanjutan.
Dalam kunjungan ini, juga dilakukan penanaman pohon sukun di daerah sekitar sungai.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di masa mendatang serta meningkatkan kualitas hidup warga Suli.
Sebelumnya, pada Minggu, 7 April 2024, banjir kembali melanda Kabupaten Luwu. Daerah yang terdampak antara lain Kelurahan Lindajang dan Desa Buntu Barana Kecamatan Suli Barat, serta Kelurahan Suli Kecamatan Suli.
Banjir menyebabkan genangan air di ruas jalan dan ratusan rumah terendam dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 50 cm.
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun 500 rumah warga terkena dampak banjir.
Bahtiar menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh hujan lebat yang terus menerus, sementara fungsi hutan sebagai penyerap atau penghalang air semakin menurun.
Ia menyampaikan keprihatinannya karena kerusakan lingkungan hampir merata di seluruh daerah, yang mengakibatkan penurunan sumber air bersih.
“Dengan kehilangan tanaman atau pohon yang berfungsi sebagai penyerap air, ini harus menjadi bagian dari musrembang dan menjadi prioritas program di semua daerah bersama Pemprov. Kita perlu bergerak bersama-sama, termasuk mendorong partisipasi masyarakat dan sektor swasta,” pesan Bahtiar. (*)
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, memberikan…
MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung dengan…
MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung hangat…
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar hadir dengan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar terus memperkuat pemutakhiran data pemilih berkelanjutan…
Makassar, Trotoar.id -- Patahudding meninjau langsung lokasi pembibitan sekaligus pelatihan teknik sambung pucuk kakao di…
This website uses cookies.