- Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, bersama Konsul Jenderal Australia, Todd Dias, meresmikan infrastruktur hijau dalam program Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE) di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya.
Trotoar.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, bersama Konsul Jenderal Australia, Todd Dias, meresmikan infrastruktur hijau dalam program Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE) di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya.
Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman kumuh.
Proyek RISE bertujuan memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat serta meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim. Program ini telah berhasil memperluas akses sanitasi dan layanan air yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa depan.
“Ini kehormatan bagi Kota Makassar. Manfaatnya jelas sekali,” ujar Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang akrab disapa Danny Pomanto.
Dia menambahkan bahwa teknologi yang digunakan dalam program RISE sangat sesuai dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam hal pengolahan air limbah yang ramah lingkungan dan menggunakan sistem filtrasi alami seperti bio filter dan sistem rawa.
Danny Pomanto juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin ekstrem, merujuk pada data NOAA yang menunjukkan kenaikan suhu di Makassar sebesar 1,2 derajat.
“Kita harus segera beradaptasi, memitigasi, dan beraksi. Salah satu aksinya adalah melalui program ini, yang juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai air,” jelasnya.
Program RISE tidak hanya menyelesaikan masalah sanitasi tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan air.
Danny Pomanto berharap program ini dapat menjadi contoh sukses penerapan teknologi hijau dalam mengatasi masalah sanitasi dan berkomitmen untuk melanjutkan program ini meski RISE berakhir.
“Ini adalah contoh di dunia yang insyaallah setelah program ini berakhir, kita akan melanjutkan ini, tapi tetap kita minta pendampingan,” ungkap Danny Pomanto.
“Manfaatnya jelas sekali. Persoalan sanitasi selesai. Apalagi pada saat mulai perencanaan, pembangunan, dan pengawasan melibatkan masyarakat. Semangat kita di Makassar adalah strong community engagement, selalu melibatkan masyarakat. Seperti di Lorong Wisata. Intinya adalah semua terlibat, semua kasih usulan,” tutupnya.
Program RISE telah diaplikasikan di lima titik di Makassar yaitu Untia, Alla-Alla, Bonelengga, Barombong, dan Tallo, menunjukkan kesuksesan kolaborasi antara Pemkot Makassar dan Australia dalam meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat Bulurokeng.
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKS, Yeni Rahman, menghadiri Upacara…
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa pendidikan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menunjukkan respons cepat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menjajaki kerja sama di sektor energi…
This website uses cookies.