Makassar, Trotoar.id, – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Harmansyah, secara resmi melaporkan tindakan intimidasi yang menimpa keluarganya ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/4 Makassar.
Laporan ini diajukan setelah sekelompok orang yang diduga anggota TNI mendatangi kediamannya dan membuat keluarganya merasa terancam.
Harmansyah mengungkapkan bahwa aksi tersebut terjadi di rumahnya yang berlokasi di Jalan Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Makassar.
Ia merasa bahwa keselamatan keluarganya, terutama istri dan anak-anaknya, dalam bahaya.
“Saya memilih untuk mengambil langkah hukum agar kejadian ini dapat ditangani secara tepat. Sebagai korban, saya merasa terancam dengan tindakan mereka yang mengenakan seragam TNI dan mengepung rumah saya,” ungkap Harmansyah kepada awak media usai menyerahkan laporan resmi di kantor Denpom XIV/4 Makassar.
Harmansyah menambahkan bahwa sekitar 10 orang berseragam TNI dari beberapa wilayah di Sulawesi Selatan datang ke rumahnya.
Menurut penjelasannya, mereka berasal dari Barru, Bulukumba, Sinjai, Bone, dan Bantaeng, dan semuanya mengenakan seragam militer.
“Mereka datang dalam kelompok dan membuat situasi di rumah saya sangat menegangkan. Saya juga memerlukan perlindungan hukum dari pihak berwenang untuk memastikan keselamatan saya dan keluarga,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Harmansyah menyebutkan bahwa insiden ini berdampak besar pada kondisi psikologis keluarganya, terutama istri dan anak-anaknya yang masih kecil.
Keluarganya terus-menerus diliputi rasa takut setelah insiden tersebut.
“Istri dan anak-anak saya sangat terguncang. Mereka terus merasa ketakutan setiap saat. Oleh karena itu, saya merasa perlu melibatkan institusi terkait agar kasus ini dapat diusut dengan profesional,” tambahnya.
Rekaman CCTV yang diambil dari kejadian pada Rabu sore (4/9/2024) memperlihatkan salah satu dari oknum yang mengenakan seragam TNI mengacungkan senjata api ke arah rumah Harmansyah, membuat situasi semakin mencekam.
Menanggapi kejadian ini, pihak Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin, melalui Kepala Penerangan Kodam, Kolonel Inf Mangapul Hutajulu, menyatakan bahwa mereka telah memulai penyelidikan atas dugaan keterlibatan anggota TNI dalam insiden ini.
“Denpom XIV/4 Makassar sudah memanggil oknum yang terlibat untuk diperiksa lebih lanjut sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung,” ujar Mangapul saat dikonfirmasi pada Kamis (5/9/2024).
Kasus ini kini menjadi sorotan berbagai pihak karena melibatkan personel militer dalam dugaan tindakan intimidasi terhadap tokoh politik dari partai besar.
Harapannya, penyelidikan lebih lanjut dapat mengungkap motif di balik aksi teror ini serta menegakkan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha,…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Turnamen Padel Ikatan Keluarga…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Program transportasi laut gratis “Pete-pete Laut” yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar mendapat…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar mempertegas komitmen pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan. Wali Kota…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali menguat dalam lanskap dunia usaha…