Bantaeng, Trotoar.id – Abdul Azis Bartaku, seorang pelatih silat asal Ternate, telah menunjukkan loyalitas yang tak tergoyahkan selama hampir lima dekade kepada keluarga Bupati Bantaeng, DR. Ilham Azikin.
Hubungan yang terjalin sejak tahun 1977 ini berawal ketika Abdul Azis bertemu dengan Azikin Solthan, ayah dari Ilham Azikin, yang saat itu adalah kepala desa dan putra dari Bupati Bantaeng saat itu, Soltan.
“Saya pertama kali bertemu Pak Azikin pada masa jabatan ayahnya sebagai Bupati Bantaeng. Saat itu, saya sebenarnya berencana mencari pekerjaan di Jakarta, namun Pak Azikin Solthan mengajak saya untuk ikut ke Bantaeng,” kenang Abdul Azis.
Sejak saat itu, Abdul Azis memutuskan untuk menetap di Bantaeng dan membangun hubungan yang kuat dengan keluarga Azikin.
Ketika pertama kali tiba di Bantaeng, Ilham Azikin masih berusia anak-anak, duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Abdul Azis yang memiliki latar belakang bela diri dari Ternate, kemudian mengajarkan ilmu pencak silat kepada Ilham Azikin, yang kini menjadi seorang Bupati.
“Ilham Azikin mewarisi kemampuan silat saya. Dia memiliki bakat besar dalam bela diri,” kata Abdul Azis, dengan nada bangga.
Abdul Azis tidak hanya menetap di Bantaeng, tetapi juga menikahi seorang perempuan lokal dan membangun kehidupan baru di sana. Selain melatih pencak silat, ia juga berbisnis sound system.
Meskipun telah lama tinggal di Bantaeng, kesetiaannya kepada Ilham Azikin tidak pernah luntur.
“Saya tidak akan pernah meninggalkan Ilham. Saya akan selalu berada di sampingnya, melindunginya seperti anak saya sendiri,” tegas Abdul Azis.
Ilham Azikin pun berbagi kisahnya tentang Abdul Azis. Ketika ia resmi menjabat sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2018, Ilham menawarkan untuk membiayai perjalanan Abdul Azis kembali ke kampung halamannya di Ternate. Namun, keluarganya di Bantaeng sempat keberatan.
“Setelah saya jadi Bupati, barulah Pak Azis mau pulang kampung. Keluarganya menolak awalnya, takut dia tidak akan kembali lagi ke Bantaeng setelah sekian lama,” kata Ilham Azikin.
Anak-anak Abdul Azis pun sempat menolak rencana kepulangan sang ayah karena kekhawatiran yang sama—takut bahwa Abdul Azis tidak akan kembali lagi ke Bantaeng setelah berpisah lebih dari 40 tahun dengan tanah kelahirannya.
“Bahkan, awalnya istri Pak Azis pun menolak. Takut kalau dia tidak kembali. Akhirnya, kami memutuskan untuk memberangkatkan mereka berdua bersama-sama. Butuh waktu lama untuk meyakinkan keluarga agar mereka mengizinkan Pak Azis pulang ke Ternate,” cerita Ilham Azikin.
Bagi Ilham Azikin, sosok Abdul Azis bukan sekadar pelatih, melainkan juga seorang figur ayah yang penuh kasih sayang.
Jalinan persaudaraan yang terjalin di antara mereka bukan karena alasan materi, melainkan karena ikatan yang telah terbentuk selama puluhan tahun.
“Hubungan kami bukan soal kepentingan. Ini adalah ikatan yang tidak bisa dipisahkan,” tutup Ilham Azikin.(*)
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary)…
Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…
JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang yang juga Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan,…
This website uses cookies.