Makassar, Trotoar.id – Dalam sepekan terakhir, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Danny Pomanto dan Azhar Arsyad, telah berhasil mengunjungi 80 titik kampanye di berbagai kabupaten.
Keduanya bergerak agresif untuk menyampaikan visi perubahan mereka kepada masyarakat Sulawesi Selatan.
Danny Pomanto memfokuskan kampanye di wilayah Gowa, Takalar, Maros, dan Pangkep, sementara Azhar Arsyad menyasar daerah Pinrang, Enrekang, Sidrap, dan Parepare.
Menurut Juru Bicara pasangan ini, Asri Tadda, dari 80 titik tersebut, Danny mengunjungi 46 titik dan Azhar 34 titik hingga Jumat, 4 Oktober 2024.
“Kami memulai kampanye secara resmi pada 27 September 2024, dan Alhamdulillah, pasangan DiA (Danny-Azhar) sudah menuntaskan 80 titik kunjungan. Ini bukti keseriusan kami untuk memenangkan hati rakyat,” ujar Asri di Makassar, Minggu (06/10).
Kunjungan intensif ini bukan tanpa alasan. Menurut Asri, pasangan yang didukung PDI-P, PKB, dan PPP ini menyadari bahwa momentum Pilkada adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki nasib rakyat Sulsel yang selama ini mengalami berbagai tantangan ekonomi.
Program prioritas DiA, lanjutnya, adalah perubahan nyata di sektor ekonomi, terutama untuk petani dan nelayan.
“Danny dan Azhar datang dengan visi untuk mengubah kondisi Sulsel. Kita tahu bahwa banyak masalah ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat, seperti daya beli yang turun dan harga jual hasil pertanian serta perikanan yang tidak menguntungkan bagi para petani dan nelayan,” ungkap Asri.
Sebagai bagian dari program unggulan mereka, DiA berencana menjadikan pemerintah sebagai pembeli langsung (off-taker) hasil produk petani dan nelayan untuk menghindari kerugian yang sering dialami saat panen raya.
Selain menyasar sektor ekonomi, Danny dan Azhar juga memprioritaskan penyelesaian utang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang kini mencapai sekitar Rp 1,5 triliun.
Menurut Asri, utang ini menjadi beban serius yang harus segera diatasi agar kebijakan-kebijakan strategis dapat dilaksanakan tanpa kendala.
“Kami melihat utang ini sebagai warisan dari pemerintahan sebelumnya yang kurang maksimal dalam mengelola keuangan daerah. Jika masalah ini tidak diselesaikan, tentu akan menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan program-program DiA,” jelas Asri.
Setiap kunjungan Danny maupun Azhar di berbagai kabupaten selalu dimulai dengan blusukan ke pasar-pasar dan tempat pelelangan ikan, untuk mendengar langsung keluhan masyarakat terkait perekonomian lokal.
“Blusukan ini penting, karena dari sinilah kami dapat memahami masalah utama yang dihadapi rakyat Sulsel, seperti anjloknya omzet pedagang dan melemahnya daya beli masyarakat,” tambah Asri.
Pasangan DiA terus berkomitmen untuk mendekatkan diri dengan rakyat dan memberikan solusi konkret bagi masalah-masalah yang dihadapi Sulawesi Selatan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat kecil lainnya. (*)
SIDRAP, TROTOAR.ID — Sebanyak 46 santri dan santriwati Tahfidz Al-Qur’an 30 juz resmi diwisuda dalam…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat ditegaskan melalui penandatanganan kawasan bebas asap…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Andi Nirawati, melontarkan…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memastikan proses seleksi direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang kembali diperkuat melalui intervensi…
This website uses cookies.