Makassar, Trotoar.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakhrulloh, menghadiri pelantikan Pengurus Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) Wilayah Sulsel untuk periode 2024-2028 di Aula Tudang Sipulung, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Dalam acara ini, Prof. Zudan menekankan pentingnya kehadiran KREKI untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat terendah di kabupaten dan kota.
Dalam sambutannya, Prof. Zudan menyampaikan harapannya agar pengurus KREKI yang baru dilantik segera mengimplementasikan program-program yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengusulkan pelatihan bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berperan penting menjaga keamanan di berbagai pos, serta melibatkan relawan Pramuka dan satuan lainnya hingga ke tingkat RT.
“Relawan di Pramuka sangat banyak, begitu pula di satuan-satuan hingga tingkat RT. Mereka bisa mengikuti pelatihan awal via Zoom untuk memahami penanganan dasar emergensi. Saya siap memimpin, bahkan untuk Zoom meeting dengan tokoh masyarakat dari 24 kabupaten/kota, demi memberi pengetahuan dasar penanganan kesehatan,” ujar Prof. Zudan.
Ke depan, KREKI diharapkan aktif turun ke wilayah kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi berbagai keadaan darurat.
“Jika kita dapat langsung menjangkau level terendah, banyak nyawa yang bisa diselamatkan,” tambahnya.
Ketua Umum KREKI, Sipriyantoro, turut menjelaskan bahwa KREKI merupakan organisasi yang menghubungkan para relawan emergensi kesehatan berbasis teknologi informasi.
Didirikan pada 5 Desember 2018, KREKI mengintegrasikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat dengan relawan terlatih dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk respons cepat dan tepat.
“Kesiapan masyarakat untuk memberikan pertolongan gawat darurat kepada korban sangatlah penting. Diperlukan sistem yang terintegrasi agar relawan terlatih bisa langsung merespons situasi darurat di masyarakat,” jelas Sipriyantoro.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina KREKI, Prof. Idrus A. Paturusi, menyoroti isu megathrust yang diprediksi terjadi secara berkala setiap 200 tahun, yang bisa mengakibatkan bencana dahsyat di berbagai belahan dunia.
Ia menjelaskan bahwa di Jepang, persiapan pencegahan telah dimulai, sementara di Indonesia, daerah-daerah rawan seperti Pulau Nias di ujung Pulau Jawa berpotensi mengalami gempa berkekuatan hingga 9,2 skala richter.
“Kita berdoa semoga bencana itu tidak terjadi, namun tetap harus waspada. Persiapan yang matang diperlukan agar kita tidak terkejut ketika bencana datang,” ucap Prof. Idrus.
Acara pelantikan KREKI ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, dengan harapan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat di Sulsel dalam menghadapi ancaman bencana yang tidak dapat diprediksi. (*)
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi merilis jadwal lengkap Piala Dunia 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah…
MEXICO, Trotoar.id – Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan seremoni pembukaan yang bukan sekadar pertunjukan…
JAKARTA, TROTOAR ID — Prestasi di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap),…
SIDRAP, TEOTOAR.ID — Upaya memperkuat sektor ketahanan pangan dilakukan melalui studi tiru lintas daerah yang…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Edukasi kebencanaan kepada anak usia dini terus diperkuat sebagai bagian dari upaya…