Maros, Trotoar.id– Calon Wakil Gubernur Sulsel, Azhar Arsyad, bersama sejumlah tokoh lokal dan masyarakat berkumpul dalam suasana akrab di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, pada Rabu (13/11/2024) sore.
Dalam pertemuan tersebut, Azhar mendengarkan masukan terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat, termasuk soal utang pemerintah provinsi Sulsel yang mencapai Rp 1 triliun lebih pada masa kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman.
Acara ini dipandu oleh Ketua Tim Sahabat Amure Maros, Johansyah Haruna, yang mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Moh. Ramdhan Pomanto dan Azhar Arsyad, atau dikenal dengan akronim “DIA.”
Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal, dan istri Azhar, Hj. Eni Rahmi.
Johansyah menyoroti rekam jejak pasangan “DIA,” yang dianggapnya memiliki pengalaman mumpuni dalam pemerintahan dan legislatif.
Ia memuji kemampuan Danny Pomanto, yang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar dari Rp 500 miliar menjadi Rp 1,5 triliun, serta Azhar Arsyad yang telah aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat sejak menjadi aktivis hingga duduk di DPRD Sulsel.
“Pak Danny dan Pak Azhar adalah pilihan tepat, terutama mengingat kondisi keuangan Sulsel yang berat akibat utang. Rekam jejak mereka menunjukkan komitmen pada kepentingan rakyat, yang dibuktikan dengan berbagai kebijakan dan langkah nyata,” ujar Johansyah.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa utang provinsi sebesar Rp 1 triliun lebih akan membebani masyarakat, karena akan dibayar melalui pajak-pajak yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan.
Muh. Nasir, mantan Kepala Desa Salenrang dan eks anggota DPRD Maros, menegaskan bahwa pasangan “DIA” memiliki kapasitas untuk memperbaiki kondisi Sulsel.
“Kita butuh pemimpin yang bukan hanya meningkatkan PAD, tetapi juga mengelola keuangan dengan bijak, tidak membebani rakyat dengan utang,” kata Nasir, seraya mengajak warga untuk memilih pasangan nomor urut 1.
Azhar pun mengakui bahwa kondisi keuangan provinsi tidak dalam keadaan sehat.
Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa utang besar yang diwariskan telah mengakibatkan ketidakseimbangan neraca keuangan Sulsel, seperti yang diungkapkan oleh mantan Penjabat Gubernur Sulsel, Bachtiar Baharuddin, yang menyatakan bahwa provinsi mengalami defisit anggaran hingga Rp 1,5 triliun pada 2023.
“Ini alasan mengapa kami mengusung tagline ‘Save Sulsel.’ Kami ingin memperbaiki kondisi Sulsel dan menyelamatkan provinsi dari beban keuangan yang berat,” jelas Azhar kepada warga.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda oleh iming-iming bantuan seperti amplop atau sembako jelang hari pencoblosan.
“Jangan salah memilih hanya karena iming-iming sementara. Politik adalah cara untuk memperbaiki kehidupan kita, dan pemimpin yang baik akan membawa perubahan positif bagi rakyatnya,” tutur Azhar, menutup pertemuan dengan ajakan untuk mendukung pasangan “DIA” pada Pilgub Sulsel 27 November 2024 mendatang.
LUWU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program…
WATAMPONE, TROTOAR.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mendorong keterlibatan aktif generasi…
SENGKANG, TROTOAR.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menilai kearifan lokal memiliki peran strategis dalam…
LUWU TIMUR, TROTOAR.ID – Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, mewakili Bupati Luwu menghadiri…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, meninjau langsung layanan Payment Point Badan…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban jatuh di tebing wisata Apparalang, Desa…
This website uses cookies.