MAKASSAR, TROTOAR.ID – Banjir besar kembali melanda Kota Makassar, dengan Kecamatan Manggala sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah.
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, turun langsung meninjau situasi di Jalan Kecaping Blok 8, Kelurahan Manggala, pada Kamis siang (13/2).
Didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Danny tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WITA.
Menggunakan perahu karet, Danny menyusuri area yang terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 2,1 meter.
Berdasarkan data pemerintah setempat, sedikitnya 2.211 jiwa terdampak dan sebanyak 22 titik pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Danny menegaskan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah, sebanding dengan kejadian serupa pada tahun 2018.
Menurutnya, dua faktor utama yang memperburuk kondisi ini adalah pembukaan pintu air Bendungan Bili-Bili serta luapan air dari Kabupaten Maros.
“Jika Bendungan Bili-Bili dibuka, sudah jelas air datang dari arah sana,” ujarnya, menyoroti dampak kebijakan pengelolaan air yang berkontribusi pada meluasnya genangan di wilayah Makassar.
Sejak Senin (11/2), Pemkot Makassar telah menetapkan status tanggap darurat hingga 17 Februari, dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan bagi warga terdampak.
Danny mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah pusat mulai mengalir, termasuk dari Kementerian Sosial.
“Ibu direktur Kemensos langsung menelepon saya untuk memastikan bantuan segera disalurkan,” katanya.
Selain itu, Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, turut mendistribusikan bantuan bagi pengungsi, sementara OPD menyediakan sekitar 1.200 nasi kotak untuk warga yang berada di posko penampungan.
Banjir di kawasan Antang dan sekitarnya bukan pertama kali terjadi, dan Danny menyoroti bahwa permasalahan tata ruang turut menjadi faktor pemicu.
“Dulu di sini tidak ada rumah, tidak ada banjir. Begitu kawasan ini ditinggali, banjir mulai terjadi. Jadi ini juga soal tata ruang,” tegasnya,
Ia menekankan bahwa selama kepemimpinannya, ia tidak pernah mengeluarkan izin pembangunan perumahan yang tidak memenuhi standar mitigasi banjir.
Menjelang akhir masa jabatannya, Danny berharap agar pemerintah ke depan dapat lebih memperhatikan aspek perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya air untuk mencegah bencana serupa terulang.
“Ramalan cuaca semakin ekstrem, dan kita harus tetap waspada. Terima kasih kepada masyarakat atas kesabarannya. Kami terus berupaya memberikan perlindungan terbaik, meskipun masih banyak hal yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.
SELAYAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Selayar,…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak PKK Kota Makassar terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan…
SIDRAP, Trotoar.id — Pembukaan Turnamen Bola Voli Karang Taruna Cup II di Kelurahan Bangkai, Kecamatan…
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan lawatan kerja ke Jakarta untuk memperkuat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya penanganan stunting melalui kampanye…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya penanaman…
This website uses cookies.