Makassar, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Cristina Ariyani, di Balai Kota Makassar, Selasa (18/3).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas strategi peningkatan kesempatan kerja bagi pekerja migran asal Makassar, termasuk langkah-langkah untuk memastikan proses migrasi yang aman dan sesuai prosedur.
Wamen KP2MI Cristina Ariyani menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen melindungi pekerja migran dari eksploitasi serta memastikan mereka memiliki kompetensi yang memadai sebelum berangkat ke luar negeri.
“Tugas kami bukan hanya membuka akses kerja, tetapi juga menjamin pekerja migran mendapatkan hak-hak mereka. Mereka harus dibekali keterampilan agar bisa masuk ke sektor pekerjaan yang lebih baik dan mendapatkan penghasilan yang layak,” ujar Cristina.
Ia juga mengungkapkan bahwa sektor kesehatan, perhotelan, dan industri teknis menjadi bidang yang memiliki peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Makassar.
“Kami telah berdiskusi dengan berbagai pihak di luar negeri dan hari ini juga mengunjungi institusi pendidikan di Makassar untuk melihat kesiapan tenaga kerja,” tambahnya.
Merespons hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif KP2MI.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Makassar telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, salah satunya melalui Creative Hub, pusat pelatihan keterampilan bagi generasi muda.
“Creative Hub akan menjadi tempat pembinaan bagi calon pekerja migran, membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja internasional,” ungkap Munafri.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja serta berencana bertemu dengan Konsulat Jenderal Australia guna membahas peluang kerja bagi warga Makassar di luar negeri.
“Kami akan memperkuat edukasi dan sosialisasi terkait migrasi aman, termasuk melalui media sosial dan komunitas lokal,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyoroti perlunya regulasi yang lebih jelas bagi mahasiswa dan pemuda yang ingin bekerja di luar negeri.
“Banyak mahasiswa yang ingin mencari pengalaman kerja di luar negeri, tetapi mereka kerap menghadapi regulasi yang tumpang tindih. Hal ini bisa berisiko bagi mereka, baik dari sisi administratif maupun perlindungan hukum,” katanya.
Ia pun mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat regulasi serta menyediakan pendampingan bagi calon pekerja migran sejak tahap pendaftaran hingga mereka bekerja di luar negeri.
“Kita harus memastikan perlindungan hukum yang jelas agar mereka tidak menjadi korban penipuan atau eksploitasi,” tegas Aliyah.
Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi Makassar dalam memperkuat ekosistem tenaga kerja migran yang aman dan terarah.
Kolaborasi antara Pemkot Makassar dan KP2MI diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja migran asal Makassar.
Ke depan, Pemkot Makassar berencana mengadakan sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut agar tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri memiliki kesiapan yang lebih baik.
JAKARTA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Paritrana…
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menerima audiensi jajaran Brighton Property…
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi sehat…
MAKASSAR, Trotoar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mendorong Pemerintah Kabupaten Luwu untuk…
This website uses cookies.