Makassar, Trotoar.id– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mulai menunjukkan langkah tegas dalam mengelola pemerintahan dengan melakukan perombakan besar-besaran pada struktur Direksi Perusahaan Umum Daerah (BUMD).
Langkah ini mencakup penghapusan pengaruh partai politik dalam pengelolaan BUMD serta pemecatan loyalis Danny Pomanto yang sebelumnya menduduki posisi strategis.
Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 21 April 2025, dalam rangka menegakkan prinsip profesionalisme dan efisiensi dalam pengelolaan BUMD.
Wali Kota Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pengelolaan BUMD harus mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan politik praktis.
“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan BUMD berjalan sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami akan menghapuskan pengaruh partai politik dalam struktur BUMD dan memastikan setiap pengangkatan didasarkan pada profesionalisme,” ujar Appi.
Langkah tersebut juga membawa perubahan besar dalam struktur manajemen BUMD Kota Makassar, di mana sejumlah loyalis dari mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, yang sebelumnya menduduki sejumlah posisi penting, kini telah didepak dari jabatan mereka.
Perombakan ini menciptakan kesan bahwa Wali Kota Appi ingin mengakhiri dominasi politik dalam pengelolaan BUMD di Makassar.
“Ini bukan soal balas dendam politik, tetapi lebih kepada menciptakan pemerintahan yang bersih dan profesional. Kami akan terus memastikan bahwa pengelolaan pemerintahan di Makassar berlangsung transparan, akuntabel, dan fokus pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Keputusan tersebut tentunya mencuri perhatian publik, karena sebelumnya BUMD di Makassar dikenal sebagai tempat pengaruh politik yang cukup kuat.
Dengan langkah ini, Appi berharap bisa membawa perubahan positif bagi pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Makassar.
Sebagai bagian dari perubahan ini, Wali Kota Makassar juga menunjuk sejumlah profesional di berbagai posisi di BUMD yang dinilai memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memajukan perusahaan daerah tersebut.
Dengan langkah ini, Wali Kota Appi semakin memperlihatkan komitmennya dalam memperkuat profesionalisme dan mengurangi campur tangan politik dalam pengelolaan BUMD di Kota Makassar, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan masyarakat.




Komentar