Makassar, Trotoar.id — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota se-Sulsel Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Kamis, 8 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Fatmawati menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani isu ini secara terintegrasi.
“Stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu atau dua instansi. Ini pekerjaan besar yang harus dikerjakan bersama. Bukan hanya Dinas Kesehatan, tetapi ada 14 instansi dan lembaga, termasuk BKKBN, BPOM, dan Kemenag, yang harus bersinergi,” tegasnya.
Fatmawati juga memberi apresiasi terhadap peran aktif TP PKK dan menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel telah menyerahkan bantuan ke 10 daerah dengan angka stunting tertinggi saat peringatan Hari Kartini lalu.
Ia secara khusus menyoroti keberhasilan Kabupaten Takalar dalam menurunkan angka stunting secara signifikan. Fatmawati berharap langkah Takalar dapat menjadi model bagi daerah lain.
“Saya ingin survei ke depan menunjukkan angka stunting Sulsel sudah satu digit. Itu bukan mimpi. Dengan semangat kolektif, saya yakin kita bisa,” ujarnya optimistis.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat, prevalensi stunting di Sulsel sempat berada di angka 27,4% pada 2023. Namun, tahun 2024, angka tersebut turun signifikan menjadi 23,3%.
Rakor ini juga menjadi ajang evaluasi kinerja TPPS di daerah. Fatmawati memimpin sesi monitoring dan evaluasi (monev) terhadap capaian serta tantangan yang dihadapi kabupaten/kota dalam pelaksanaan program penurunan stunting.
Kabupaten dengan prevalensi stunting tinggi seperti Jeneponto, Enrekang, Maros, dan Tana Toraja menyampaikan kendala yang dihadapi, mulai dari akses layanan hingga koordinasi antarinstansi.
Sementara itu, daerah dengan angka stunting rendah seperti Barru, Bone, dan Selayar membagikan praktik baik yang bisa direplikasi.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati/Wali Kota, Ketua TPPS kabupaten/kota, Dinas P3A Dalduk KB, serta perwakilan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, BKKBN, BPOM, hingga Kemenag.
Wakil Gubernur mengajak seluruh daerah untuk mempercepat langkah dan memperkuat sinergi agar target satu digit prevalensi stunting bisa tercapai pada tahun-tahun mendatang. (*)
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menunjukkan respons cepat…
SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai menjajaki kerja sama di sektor energi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani melaksanakan audiensi sekaligus menyampaikan undangan pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia…
MAKASSAR, Trotoar.id — Tahapan wawancara Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar di Four…
This website uses cookies.