Site icon Trotoar.id

Munafri Arifuddin: Juara Penting, Tapi Fair Play Lebih Utama

IMG 20250511 WA0056 scaled

Makassar, Trotoar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka kegiatan Pekan Olahraga dan Wawasan Keislaman (Porsani) di Lapangan Kampus STIBA Makassar, Sabtu petang (10/5/2025).

Dalam sambutannya, Munafri menekankan pentingnya semangat sportivitas dan nilai fair play dalam setiap kompetisi olahraga.

Mantan CEO PSM Makassar ini menyampaikan bahwa dalam dunia olahraga, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan utama.

Proses, integritas, dan kejujuran jauh lebih penting untuk membentuk karakter para atlet muda.

“Fair play bukan hanya soal bermain adil. Tapi bagaimana kita menghargai proses, menjaga integritas, dan menjunjung tinggi sportivitas di setiap pertandingan,” ujar Munafri.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta Porsani untuk tidak hanya fokus mengejar gelar juara, tetapi lebih pada bagaimana mereka menjalani proses kompetisi secara sehat dan sportif.

“Jangan hanya kejar juara. Proses jauh lebih utama. Karena dari proses itulah akan lahir mental juara sejati,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Munafri yang dikenal aktif dalam dunia olahraga, menyebut bahwa olahraga memiliki banyak nilai positif yang membentuk kepribadian, seperti disiplin, konsistensi, dan kejujuran.

“Saya ini pencinta olahraga, terutama sepak bola. Sebelum jadi wali kota, saya urus PSM. Bagi saya, olahraga bukan cuma soal fisik, tapi juga pembentukan karakter,” kata alumni Fakultas Hukum Unhas tersebut.

Ia berharap, pelaksanaan Porsani ini dapat menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan jiwa kompetitif yang sehat serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan kebersamaan.

“Mari kita jadikan ajang ini sebagai momen membangun generasi emas, bukan hanya unggul dalam prestasi, tapi juga dalam sikap dan nilai-nilai moral,” tutup Munafri.

Porsani STIBA Makassar 2025 ini akan berlangsung selama dua pekan ke depan, menghadirkan berbagai cabang olahraga dan kegiatan edukatif yang menggabungkan nilai keislaman dan sportivitas.

Exit mobile version