Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Makassar Creative Hub (MCH) kembali menorehkan langkah inspiratif bagi kemajuan industri kreatif dan pemberdayaan generasi muda.
MCH resmi memperkenalkan program unggulan bertajuk “Nabuka”, sebagai ruang kolaboratif yang terbuka untuk seluruh anak muda Kota Daeng.
“Nabuka” merupakan kata dalam bahasa Makassar yang berarti “membuka”, namun dalam konteks ini memiliki makna lebih luas: membuka ruang dialog, kolaborasi lintas sektor, dan menyatukan keberagaman ide kreatif yang hidup di masyarakat.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar sekaligus anggota Pokja MCH, Andi Muh.
Yasir, menegaskan bahwa Nabuka bukan sekadar simbol pembukaan gedung atau aktivitas fisik semata.
“Nabuka adalah gerakan simbolik untuk membuka diri terhadap perbedaan, menyatukan gagasan antara generasi muda dan tua, antara komunitas yang mapan dan yang baru tumbuh. Ini tentang membangun jembatan ide,” jelasnya.
Mengusung tema “Menyulam Imajinasi Makassar”, peluncuran Nabuka menegaskan peran MCH sebagai lebih dari sekadar bangunan—ia adalah ekosistem hidup bagi kreativitas, inovasi, dan mimpi besar anak muda. MCH dirancang menjadi ruang yang menyatukan seniman, kreator digital, pelaku UMKM, komunitas, hingga pemerintah.
“Makassar membutuhkan ruang yang tidak hanya menampung kreativitas, tetapi juga merajut ide-ide menjadi kain kolektif yang hidup. Menyulam adalah metafora penting dalam kerja kreatif—ia butuh kesabaran, presisi, dan cinta,” tambah Yasir.
Peluncuran Nabuka menjadi bagian dari rangkaian besar Youth Fest 2025, yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar. Festival ini bukan hanya selebrasi anak muda, tetapi juga ruang ekspresi, edukasi, dan kolaborasi.
Nabuka (Ngumpul Bareng Anak Muda Makassar): Forum terbuka bagi pemuda lintas latar belakang untuk berbagi gagasan, inspirasi, dan membangun jaringan kolaborasi.
Lingkar Lomunitas: Sesi khusus yang mempertemukan berbagai komunitas Makassar dalam lingkaran sinergi. Masing-masing komunitas mempresentasikan karya, program, serta misi kolaboratif mereka untuk memperkuat gerakan kepemudaan kota.
Sustainability Workshop: Workshop interaktif yang memberikan keterampilan praktis seputar keberlanjutan, mulai dari pengelolaan sampah, gaya hidup ramah lingkungan, hingga praktik ekonomi hijau yang berdampak.
“Kami ingin pemuda Makassar tidak hanya kreatif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan bumi dan komunitasnya,” tegas Yasir.
Youth Fest dan program Nabuka membuktikan bahwa pemuda Makassar bukan hanya penonton dalam proses pembangunan kota, tapi pelaku utama yang berani, inovatif, dan peduli.
Kehadiran MCH dan gerakan Nabuka menjadi tonggak penting dalam membangun Makassar sebagai kota kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
“Melalui Makassar Creative Hub, kami mengajak seluruh anak muda untuk melangkah bersama, menyulam masa depan kota ini dengan semangat kolaborasi, keberanian berekspresi, dan cinta terhadap tanah kelahiran,” pungkas Yasir.
BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha,…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Turnamen Padel Ikatan Keluarga…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Program transportasi laut gratis “Pete-pete Laut” yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar mendapat…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar mempertegas komitmen pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan. Wali Kota…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali menguat dalam lanskap dunia usaha…