Site icon Trotoar.id

Pemkot Makassar Tanggap Atasi Banjir: Drainase Diperbaiki, Pompa Air Diganti

IMG 20250622 WA0113

Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Salah satu fokus utama penanganan dilakukan di titik rawan genangan, seperti kawasan Jalan Urip Sumoharjo, tepat di depan Kantor Gubernur Sulsel, serta di wilayah Jalan AP Pettarani dan Jalan Andi Djemma.

Banjir musiman yang selama ini menjadi “langganan” di beberapa titik strategis kota, kini direspons cepat oleh jajaran Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.

Penanganan dilakukan secara sistematis melalui program kolaboratif lintas instansi, salah satunya lewat program SIKOPANG (Kolaborasi Stakeholder dalam Penanganan Genangan).

Pada Minggu, 22 Juni 2025, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar menggelar aksi kerja bakti massal di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program SIKOPANG yang kini dijalankan secara rutin dan menyasar titik-titik rawan genangan di Kota Makassar.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperlancar aliran air yang selama ini tersumbat oleh sampah, lumpur, sedimen, dan material endapan lainnya.

“Ini bukan hanya soal pengerukan drainase, tapi juga soal edukasi kepada masyarakat agar peduli menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Zuhaelsi.

Sebanyak 278 personel Satgas Drainase diterjunkan dalam aksi tersebut. Mereka bekerja bersama tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, sebagai bentuk sinergi antar-lembaga.

Selain kegiatan pembersihan drainase, Pemkot Makassar juga melakukan penggantian pompa air di ujung Jalan Andi Djemma.

Pompa lama yang hanya berkapasitas 25 kubik diganti dengan unit baru berkapasitas 425 kubik, yang telah dianggarkan melalui APBD Perubahan 2025 sebesar Rp1 miliar.

Zuhaelsi menyebut penggantian ini dilakukan karena pompa sebelumnya sudah tidak memadai menghadapi peningkatan curah hujan dan debit air.

“Pompa ini dirancang untuk memindahkan air dari drainase ke kanal secara lebih efisien saat hujan lebat. Harapannya, genangan tidak lagi bertahan lama dan aktivitas masyarakat tetap lancar,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pasang air laut turut menjadi faktor genangan air yang tak kunjung surut saat musim hujan, apalagi jika saluran drainase tersumbat.

Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa penanganan banjir menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menurutnya, langkah cepat di lapangan harus dibarengi semangat kolaboratif seluruh elemen kota.

“Kita mulai dengan menyasar titik-titik yang selama ini menjadi langganan banjir. Kami tidak ingin ada genangan air yang bertahan lama dan mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Munafri.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan terus memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi drainase di lingkungan masing-masing.

“Ini bukan hanya soal proyek drainase, tapi soal komitmen bersama membangun Makassar yang lebih tangguh terhadap bencana, khususnya banjir musiman,” tutupnya.

Exit mobile version