Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ujung Pandang,
Pemkot membuka peluang bagi warga yang pernah putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan secara bermartabat.
Komitmen ini tergambar dalam kegiatan bertajuk “Kreativitas dan Gelar Karya”, yang digelar sebagai bagian dari penamatan peserta didik program pendidikan kesetaraan.
Acara ini tidak hanya menjadi seremoni penyerahan ijazah, tetapi juga menampilkan berbagai karya kreatif peserta didik hasil dari pembelajaran berbasis keterampilan hidup (life skill).
“Pendidikan kesetaraan bukan pilihan kedua, tetapi jalur yang setara dan penuh martabat,” tegas Achi Soleman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 248 peserta menerima ijazah pendidikan kesetaraan, terdiri atas:
Paket A (setara SD): 56 orang, Paket B (setara SMP): 68 orang, Paket C (setara SMA): 124 orang
Selain mendapatkan ijazah, para peserta juga menampilkan hasil karya berupa kerajinan tangan, sablon, keterampilan memasak, hingga menjahit—bukti bahwa pendidikan kesetaraan di Makassar menyatukan pendekatan akademik dan keterampilan praktis.
“Mereka tidak hanya lulus secara akademik, tapi juga dibekali keterampilan yang bisa langsung dimanfaatkan untuk bekerja atau berwirausaha,” jelas Achi.
Program ini juga terbuka bagi warga dewasa yang sebelumnya tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal.
Dengan pendekatan inklusif, Pemkot Makassar ingin memastikan tidak ada anak atau warga yang tertinggal dalam hal akses pendidikan, sejalan dengan amanat Konvensi Hak Anak.
Achi menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Pemkot Makassar menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pendidikan kesetaraan menjadi bagian dari strategi besar untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh, produktif, dan mampu bersaing.
“Lewat SKB dan program ini, kami ingin menghadirkan keadilan dalam pendidikan. Ini adalah solusi nyata dari negara untuk membekali warga agar mandiri dan memiliki masa depan,” tambah Achi.
Dinas Pendidikan Kota Makassar berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang terus ditingkatkan dari sisi jangkauan dan kualitas.
SKB Ujung Pandang akan terus dikembangkan sebagai pusat pembelajaran yang inklusif, berbasis komunitas, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
“Kami ingin memastikan setiap anak dan warga Kota Makassar merasakan hak yang sama atas pendidikan, baik secara akademik maupun keterampilan,” pungkas Achi.
Dengan semangat inklusi, pemberdayaan, dan keberlanjutan, pendidikan kesetaraan di Makassar telah membuktikan bahwa semua anak bisa sekolah, semua warga bisa belajar, dan setiap mimpi bisa diwujudkan.
BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha,…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Turnamen Padel Ikatan Keluarga…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Program transportasi laut gratis “Pete-pete Laut” yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar mendapat…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar mempertegas komitmen pemerataan pembangunan hingga wilayah kepulauan. Wali Kota…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali menguat dalam lanskap dunia usaha…