Categories: Metro

Wali Kota & Kejari Makassar Sepakat: Sekolah Bukan Ladang Bisnis

Pemkot Makassar

MAKASSAR, Trotoar.id — Dua pucuk pimpinan di Makassar kompak melayangkan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kota Daeng: hentikan semua praktik kotor di dunia pendidikan.

Dalam Sosialisasi Edukasi Anti-Korupsi yang diikuti 400 kepala sekolah di Aula BBPMP Sulsel, Selasa (12/8/2025), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan sekolah bukan tempat mengeruk keuntungan pribadi.

“Jangan main-main di wilayah pendidikan. Sekolah bukan tempat bisnis. Jabatan kepala sekolah adalah amanah, bukan ladang cuan,” tegas Appi — sapaan akrab Munafri.

Ia menyoroti laporan soal pengadaan buku, penjualan seragam, dan penerimaan murid baru yang diwarnai pungutan liar hingga nepotisme.

“Bangga kah kita kalau pendidikan dijadikan pasar bebas? Tidak,” sindirnya.

Munafri juga mengingatkan agar kepala sekolah tidak terjebak jual beli jabatan atau kebijakan “pesanan” yang merusak integritas.

“Jangan gadaikan jabatan hanya karena sejuta-dua juta. Integritas itu harga mati,” tegasnya.

Senada, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Nauli Rahim Siregar menutup pintu bagi kepala sekolah yang “cawe-cawe” dalam pengadaan seragam, buku, maupun penerimaan murid baru.

“Lepas urusan seragam, lepas urusan buku. Jangan jadikan sekolah sebagai oligarki. Kalau sudah diperingatkan tapi diulang, jangan salahkan saya kalau langsung kami proses,” ancam Nauli.

Ia menyebut praktik seperti itu sudah jadi “penyakit lama” sejak puluhan tahun lalu, tapi masih saja dilestarikan.

“Cawe-cawe di penerimaan murid baru, cawe-cawe di pengadaan seragam, itu dari dulu. Dan terbukti, kemarin ada yang viral,” katanya.

Nauli juga menyentil kepala sekolah yang sibuk mengurus seragam tapi membiarkan sekolah rusak dan fasilitas minim.

“Bagaimana mau belajar dengan baik kalau lantai copot, lampu tidak ada, tapi seragam gonta-ganti tiap hari?” ujarnya.

Keduanya menegaskan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah hak siswa, bukan dompet pribadi kepala sekolah.

Penyalahgunaan dana ini, termasuk pungli dan nepotisme, jelas masuk ranah hukum dan siap diproses.

“Bayangkan menjelang pensiun malah masuk penjara karena main dana BOS. Ini bukan ancaman, tapi fakta hukum,” tutup Munafri.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Bupati Sidrap Apresiasi Peran Gemes Squad dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Lokal

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary)…

17 jam ago

Munafri: Muslim Life Fair Jadi Momentum UMKM Naik Kelas di Makassar

Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin

21 jam ago

Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…

22 jam ago

TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026

JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus…

23 jam ago

Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…

1 hari ago

Optimisme Bupati Sidrap di MRS Celebes 2026: Dari Lokal Menuju Internasional

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang yang juga Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan,…

1 hari ago

This website uses cookies.