MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Moraza, mengapresiasi capaian Bank Sulselbar sebagai bank pembangunan daerah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Hingga Agustus 2025, Bank Sulselbar telah menyalurkan KUR senilai Rp296,03 miliar, melampaui capaian BPD lainnya di kawasan timur.
Apresiasi tersebut disampaikan Helvi Moraza saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penyaluran KUR 2025 Regional Indonesia Timur di Gedung OJK Makassar, Kamis (28/8/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat penyaluran KUR di sektor produksi agar dampak ekonomi lebih luas.
“Penyaluran KUR di wilayah timur sudah cukup baik. Namun, bila dilihat menurut lembaga penyalurnya, masih banyak yang perlu ditingkatkan untuk sektor produksi. Dari seluruh lembaga penyalur, hanya empat bank yang mampu menyalurkan hingga 60 persen ke sektor produksi,” kata Helvi.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM, penyaluran KUR di regional timur (Sulawesi, Maluku, dan Papua) hingga 25 Agustus 2025 mencapai Rp20,6 triliun dengan total 352.936 debitur, atau setara 12 persen dari total KUR nasional. Tingkat kredit bermasalah (NPL) juga terjaga, masih di bawah tiga persen.
Di wilayah Sulawesi Selatan sendiri, data Direktorat Jenderal Perbendaharaan mencatat hingga Juli 2025 realisasi KUR telah mencapai Rp9,36 triliun untuk 163.776 debitur.
Dari jumlah itu, sektor pertanian menyerap porsi terbesar Rp4,60 triliun, disusul perdagangan besar dan eceran Rp3,02 triliun, serta sektor jasa, perikanan, dan industri pengolahan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, yang hadir mewakili Gubernur, menyebutkan bahwa KUR terbukti menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peran KUR tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pemerintah provinsi menargetkan penyaluran KUR lebih besar di sektor unggulan, khususnya pertanian dan perikanan,” ujar Jufri.
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel terus memperkuat peran Bank Sulselbar bersama Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) agar penyerapan dana KUR lebih optimal.
Selain itu, program pendampingan UMKM juga digencarkan, termasuk sertifikasi halal gratis untuk 2.344 UMKM, fasilitasi kemasan dan merek, serta dukungan akses hukum dan digitalisasi.
“Semua langkah ini agar UMKM Sulsel bisa naik kelas dan bersaing lebih kuat,” tegas Jufri.
Rakor tersebut dihadiri pula oleh Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, Andi Eka Prasetya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, serta perwakilan perbankan dan lembaga penjamin.
Dengan capaian penyaluran KUR yang terus meningkat, Sulawesi Selatan menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja UMKM terbaik di Indonesia Timur.
JAKARTA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Paritrana…
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menerima audiensi jajaran Brighton Property…
SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi sehat…
MAKASSAR, Trotoar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mendorong Pemerintah Kabupaten Luwu untuk…
This website uses cookies.