GOWA, Trotoar.id – Empat keluarga korban tragedi demonstrasi di Makassar, akhir Agustus 2025 lalu, resmi menerima bantuan rumah subsidi dari pemerintah.
Penyerahan kunci rumah dilakukan di Perumahan BTN Grand Sulawesi, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (11/9/2025).
Acara penyerahan berlangsung khidmat dan penuh haru, dipimpin langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, didampingi Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Gowa, Wali Kota Makassar, Bupati Bone, serta Wakil Bupati Wajo.
Empat korban yang menjadi perhatian pemerintah yakni:
- Rusdamdiansyah alias Dandi (25), pengemudi ojek online.
- Muhammad Akbar Basri (Abay), fotografer Humas DPRD Kota Makassar.
- Syahrina Wati, staf DPRD Kota Makassar.
- Syaiful Akbar (43), Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah.
Keluarga para korban menerima langsung kunci rumah subsidi sebagai bentuk kepedulian negara atas kehilangan mereka.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa bantuan ini adalah arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Selain langkah dialog dan cooling down, negara juga melakukan rekonstruksi atas kerugian yang ditimbulkan. Untuk korban, sudah menjadi kewajiban negara untuk memberi bantuan,” ujarnya.
Tito juga menyampaikan belasungkawa dan mengajak masyarakat berdoa agar peristiwa serupa tidak terulang.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menuturkan bahwa bantuan rumah subsidi ini tidak sekadar fasilitas, tetapi wujud nyata tanggung jawab negara.
“Saya tahu tidak ada yang bisa menggantikan almarhum dan almarhumah. Kehadiran kami di sini adalah mandat langsung dari Presiden Prabowo, bahwa negara hadir untuk rakyatnya,” tegas Maruarar.
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, dalam sambutannya menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut.
“Rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan dan harapan. Semoga rumah-rumah ini menjadi tempat bernaung yang membawa keberkahan,” ucapnya.
Fatmawati juga mengajak seluruh masyarakat Sulsel untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran.
“Mari kita kedepankan cara damai dan bermartabat dalam menyampaikan aspirasi. Kita jaga Sulawesi Selatan tetap aman dan sejahtera,”Katanya
Penyerahan rumah subsidi ini menjadi bukti bahwa negara hadir tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga aksi nyata.
Dukungan dari Kemendagri, Kementerian PKP, Pemprov Sulsel, dan pemerintah daerah menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam memulihkan keluarga korban.
“Semoga kepedulian ini menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua,” tutup Fatmawati Rusdi.











Komentar