Categories: Nasional

2.300 Tenaga Kesehatan di Sulsel Adukan Nasib ke DPRD: Tak Masuk Usulan PPPK, Soroti Dugaan Nepotisme dan Ketidakadilan

DPRD Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id — Sekitar 2.300 tenaga kesehatan (nakes) dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan mengadukan nasib mereka ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Senin (13/10/2025).

Ribuan nakes ini mengaku tidak masuk dalam daftar usulan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), padahal sebagian besar di antaranya telah mengabdi lebih dari lima tahun di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Sulsel, Komisi A DPRD Sulsel, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, serta perwakilan Kantor Regional IV Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Para nakes datang bersama Aliansi Tenaga Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, yang selama ini mengadvokasi kasus serupa di sejumlah daerah.

Dalam pertemuan itu, para tenaga kesehatan menyuarakan kekecewaan terhadap proses pengusulan PPPK yang mereka nilai tidak transparan dan sarat dugaan praktik diskriminasi serta nepotisme.

Selama bertahun-tahun, ribuan tenaga kesehatan ini bekerja di puskesmas, rumah sakit daerah, dan fasilitas kesehatan umum lainnya tanpa kepastian status kepegawaian.

Banyak di antara mereka bahkan tidak terdata di sistem BKN, meski telah puluhan tahun mengabdi.

“Kami merasa dianaktirikan. Ada yang baru bekerja tapi langsung masuk daftar PPPK, sementara kami yang sudah lama mengabdi justru diabaikan,” ujar salah satu perwakilan nakes dalam audiensi.

Para tenaga kesehatan menilai situasi ini mencederai prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas birokrasi, sekaligus merendahkan martabat profesi kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan publik.

Aliansi Pemerhati Kesehatan yang turut mendampingi para nakes menyampaikan sejumlah tuntutan resmi kepada DPRD Sulsel, Pemprov Sulsel, dan BKN, antara lain:

  1. Menuntut Gubernur Sulawesi Selatan dan BKN Pusat memberikan solusi yang adil bagi seluruh tenaga kesehatan yang telah lama mengabdi namun tidak terdata dalam sistem BKN.

  2. Mendesak Pemerintah Kabupaten Takalar segera mendaftarkan seluruh tenaga non-ASN ke dalam pangkalan data BKN, termasuk yang bekerja di RSUD Galesong, guna menjamin kesetaraan dan keadilan.

  3. Menagih komitmen Pemkab Takalar untuk mengaktifkan kembali pelayanan RS Galesong sesuai batas waktu yang ditetapkan agar nakes tidak terlantar dan pelayanan kesehatan tetap berjalan.

  4. Meminta Pemkab dan Pemkot se-Sulsel, termasuk Pemkab Pangkep, untuk bersikap adil dan tidak melakukan tebang pilih dalam proses pendataan BKN.

  5. Mendesak Pemprov Sulsel dan BKN Pusat memulihkan status tenaga kesehatan yang sudah mengikuti seleksi namun diberhentikan secara sepihak tanpa alasan jelas.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka juga menegaskan bahwa perjuangan ini bukan semata untuk kepentingan ASN, tetapi demi tegaknya supremasi hukum, keadilan sosial, dan martabat kemanusiaan di Sulawesi Selatan.

“Jika aspirasi ini tidak diindahkan, kami akan menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar,” tegas koordinator Aliansi Pemerhati Kesehatan Sulsel.

Para peserta audiensi berharap DPRD Sulsel dapat memfasilitasi pertemuan lanjutan antara pemerintah provinsi, BKN, dan perwakilan nakes untuk mencari solusi konkret.

Mereka juga meminta agar proses verifikasi dan validasi data kepegawaian dilakukan secara terbuka, adil, dan bebas dari intervensi politik maupun kepentingan pribadi.

Situasi yang menimpa ribuan tenaga kesehatan di Sulsel ini menjadi pengingat akan pentingnya tata kelola kepegawaian yang profesional, transparan, dan berbasis kinerja, agar tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan publik mendapatkan penghargaan dan perlindungan yang layak.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Bupati Sidrap Apresiasi Peran Gemes Squad dalam Memajukan Ekonomi Kreatif Lokal

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (Anniversary)…

16 jam ago

Munafri: Muslim Life Fair Jadi Momentum UMKM Naik Kelas di Makassar

Walikota .akadsar, Munafri Arifuddin

20 jam ago

Serius Tangani Anak Putus Sekolah, Wali Kota Munafri Kerahkan Tim ATS Jemput Siswa Kembali Sekolah

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…

20 jam ago

TP PKK Sulsel Gelar Rakor, Bahas Program Pokok dan Persiapan Agenda Nasional 2026

JENEPONTO, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan fokus…

22 jam ago

Walk Out dari Mubes, IKAFE Ingin IKA Unhas Lebih Berdampak

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…

1 hari ago

Optimisme Bupati Sidrap di MRS Celebes 2026: Dari Lokal Menuju Internasional

SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang yang juga Ketua Harian Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan,…

1 hari ago

This website uses cookies.