Momentum HUT ke-418, Pemkot Makassar Anugerahkan Penghargaan untuk Tim Jatanras Polrestabes
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar yang baru, Muhammad, di Balai Kota Makassar, Senin (10/11/2025).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kemenag dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban di kota berjuluk Anging Mammiri itu.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kemenag Kota Makassar memperkenalkan diri serta menyampaikan harapan agar koordinasi lintas lembaga dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Menanggapi hal itu, Munafri menegaskan pentingnya peran Kemenag sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang toleran dan berkarakter.
Ia menilai, Kemenag memiliki posisi sentral dalam memastikan kehidupan keagamaan di Makassar berjalan damai dan penuh saling menghargai.
“Kadang intoleransi itu tidak tampak di permukaan, tapi ada kelompok tertentu yang menimbulkan ketidaknyamanan. Karena itu, saya ingin agar Makassar keluar dari zona intoleran,” tegas Munafri.
Selain memperkuat toleransi, Munafri juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan lembaga keagamaan seperti BAZNAS dan berbagai badan keislaman lain yang berperan dalam mendukung kesejahteraan umat.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan keagamaan di wilayah kepulauan. Menurutnya, hampir seluruh pulau di Kota Makassar belum memiliki Kantor Urusan Agama (KUA), kecuali di Pulau Barrang Lompo.
“Kalau di pulau belum ada KUA, masyarakat terpaksa ke darat untuk menikah. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar pelayanan Kemenag bisa menjangkau semua wilayah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Munafri mendorong agar kegiatan besar keagamaan di Kota Makassar dikelola secara inklusif dan melibatkan seluruh unsur lintas agama.
“Kalau ada kegiatan umat Islam, teman-teman dari agama lain kita harapkan bisa hadir, begitu juga sebaliknya. Ini wujud kebersamaan dan toleransi di Kota Makassar,” tuturnya.
Selain itu, ia juga meminta agar Kemenag turut memberi perhatian terhadap anak-anak di wilayah yang masih minim pembinaan keagamaan. Ia menyoroti kondisi sebagian anak-anak di kampung yang sudah bekerja meski masih berusia sekolah.
“Masih banyak anak usia belasan tahun yang sudah mencari pekerjaan karena kurang pembinaan. Saya harap Kemenag bisa ikut mendorong pendidikan informal seperti program paket belajar,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut menandai awal sinergi antara Pemkot Makassar dan Kemenag dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, toleransi, serta pendidikan karakter menuju Makassar yang semakin berdaya, beriman, dan inklusif.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Nilai-nilai moral dan kearifan lokal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali digaungkan melalui…
MAKASSAR, ROTOAR.ID — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan…
MAKASSAR, Trotoar.id — Putaran kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race IMI 2026 resmi berakhir dengan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Tudang Sipulung…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar akhirnya berhasil menata kawasan Jalan Veteran Utara yang selama…
This website uses cookies.