MAKASSAR, Trotoar.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam menurunkan angka stunting membuahkan hasil membanggakan.
Sidrap berhasil meraih dua piagam penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan pada kegiatan Diseminasi Hasil Akhir Program Aksi Stop Stunting Tahun 2025 Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar di Unhas Hotel & Convention, Makassar, Rabu (24/12/2025).
Daerah yang dipimpin Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah ini dinobatkan sebagai:
- Peringkat I Kabupaten dengan Pelaksanaan Inovasi Aksi Stop Stunting Terbaik
- Peringkat II Kabupaten dengan Progres Penurunan Stunting Terbaik
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK, M.Kes.
Turut hadir mewakili Pemkab Sidrap, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidrap Hj. Muminah, SKM, M.Kes, serta Penanggung Jawab Kesga Gizi Sidrap Asmidar Ahmad, SKM.
Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr. Ishak Kenre, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa inovasi Aksi Stop Stunting (ASS) difokuskan pada 21 lokus prioritas dengan prevalensi stunting dan wasting tertinggi di Sidrap.
Program ini menyasar balita dan ibu hamil melalui intervensi gizi terukur dan berkelanjutan.
“Intervensi dilakukan kepada balita gizi kurang melalui pemberian PMT pangan lokal selama 56 hari disertai Taburia. Sementara balita stunting dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan Penatalaksanaan Klinis Masalah Gizi (PKMK) dari dokter spesialis anak,” jelasnya.
Selain itu, ibu hamil juga menjadi sasaran penting program ini. Mereka mendapatkan PMT pangan lokal selama 90 hari serta PKMK berupa susu tinggi protein untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan janin.
Seluruh rangkaian program dilaksanakan melalui rumah gizi yang telah tersedia di 106 desa dan kelurahan se-Kabupaten Sidrap, memastikan layanan intervensi gizi mudah dijangkau masyarakat.
Dengan raihan dua penghargaan ini, Sidrap kembali menegaskan keseriusannya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.




Komentar