# Urai Kemacetan dan Kembalikan Fungsi Depan GOR, PK5 di Jalan Pajjaiang Ditertibkan # Pemkot Makassar Tata PK5 di Sekitar GOR Sudiang SecaraHumanis dan Solutif # Pemkot Makassar Tertibkan PK5 di Jalan Pajjaiang, Sediakan Relokasi ke GOR Sudiang dan Terminal Daya MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, terus menunjukkan komitmennya dalam menata wajah kota agar lebih tertib, nyaman, dan bebas macet. Salah satu fokus utama penataan tersebut adalah sterilisasi ruas-ruas jalan yang semestinya bebas dari aktivitas bangunan lapak liar, karena berpotensi menimbulkan kemacetan serta mengganggu estetika kota. Upaya itu kembali dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Biringkanaya, menertibkan Pedagang Kaki Lima (PK5) yang berjualan di sepanjang ruas Jalan Pajjaiang, tepatnya di wilayah Kelurahan Sudiang Raya. Camat Biringkanaya, Juliaman, menjelaskan bahwa sebelum dilakukan penertiban, pemerintah telah menempuh berbagai langkah persuasif sesuai prosedur. "Seluruh tahapan sudah kami laksanakan sesuai aturan. Teguran tertulis sudah diberikan sebanyak tiga kali, ditambah pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, RT, dan RW," ujarnya, Rabu (14/1/2026). Kegiatan penertiban ini dilakukan oleh Kecamatan Biringkanaya bersama unsur TNI–Polri. Dipimpin langsung oleh Camat Biringkanaya, Juliaman, didampingi Lurah Sudiang Raya Hary Faizal, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Biringkanaya Ady Mulyadi Jacub. Penertiban juga melibatkan Kapolsek Biringkanaya, Danramil Biringkanaya, personel Satpol PP BKO Kecamatan Biringkanaya, Satlinmas, staf Kelurahan Sudiang Raya. Menurut Juliaman, penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan masyarakat dan pengguna jalan terkait keberadaan lapak PK5 yang menempati bahu jalan, trotoar, serta area di atas saluran drainase. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas, mempersempit badan jalan, meningkatkan potensi kemacetan, serta berisiko menimbulkan arus lalu lintas terganggu. "Selain itu, aktivitas PK5 di lokasi tersebut juga menghambat fungsi kawasan GOR Sudiang sebagai area olahraga dan ruang publik," tuturnya. Atas laporan serta kajian yang matang, Pemerintah Kecamatan telah melayangkan surat peringatan dan pemberitahuan kepada para pedagang sebanyak tiga kali berturut-turut. Selain itu, pendekatan secara humanis juga dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, RT dan RW untuk memberikan imbauan langsung kepada para pedagang. "Sebelum tindakan penataan dilakukan, pihak kecamatan terlebih dahulu memberikan imbauan dan pendekatan persuasif secara humanis kepada para pedagang," ungkapnya. Dikatakan, pendekatan dialogis tersebut membuahkan hasil positif, di mana sekitar 70 persen pedagang secara sukarela membongkar lapak dagangannya sendiri tanpa paksaan. "Bahkan dalam proses pembinaan ini, sekitar 70 persen PK5 telah membongkar lapaknya secara mandiri sebelum penertiban dilakukan," jelas Juliaman. Penertiban menyasar kawasan strategis yang kerap dipadati aktivitas kendaraan, mulai dari ujung Jalan Dg. Ramang, hingga depan Rumah Sakit Pertamina serta Kantor Samsat Provinsi Sulawesi Selatan, dengan panjang area penataan mencapai sekitar 250 meter. Langkah penertiban ini dilakukan secara bertahap selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, dengan melibatkan sekitar 80 pedagang. Dia menegaskan, penataan ini tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Juliaman menegaskan, bahwa penertiban ini tidak dimaksudkan untuk mematikan mata pencaharian warga, tetapi ada solusi diberikan. Pemerintah Kota tetap mengedepankan pendekatan humanis dan solutif dengan menyediakan sejumlah alternatif lokasi relokasi bagi para pedagang. "Kami tidak ingin mematikan usaha masyarakat. Karena itu, para pedagang telah kami arahkan untuk menempati lokasi yang lebih aman dan tertib," tuturnya. "Baik di dalam area pagar GOR Sudiang yang telah disiapkan, maupun ke lokasi relokasi lainnya seperti kawasan Terminal Daya," tambah dia. Sebagai bentuk solusi atas penertiban tersebut, Pemerintah Kota Makassar juga menyediakan lokasi relokasi bagi para Pedagang Kaki Lima (PK5) di kawasan Terminal Daya. "Para pedagang diarahkan untuk berjualan di dalam area terminal agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa melanggar ketentuan ketertiban umum," terangnya. Menurutnya, lokasi lain menjadi alternatif yakni di dalam area GOR Sudiang dinilai lebih aman, tidak mengganggu lalu lintas, serta tetap memiliki potensi pengunjung, sehingga diharapkan aktivitas ekonomi para pedagang tetap berjalan. "Lokasi ini dinilai lebih aman, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta tetap memiliki potensi pengunjung, sehingga diharapkan aktivitas ekonomi para pedagang dapat terus berjalan," tutupnya. Sementara itu, Lurah Sudiang Raya, Hary Faizal, menyampaikan bahwa penataan kawasan GOR Sudiang merupakan bagian dari upaya pemerintah kelurahan dan kecamatan dalam menciptakan lingkungan yang lebih rapi, bersih, dan tertib. "Kami berharap para pedagang dapat memanfaatkan lokasi yang telah disiapkan dan bersama-sama menjaga ketertiban kawasan ini. Penataan ini demi kepentingan bersama, baik pedagang maupun masyarakat pengguna jalan," ujarnya. Pemerintah Kecamatan Biringkanaya menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penataan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada lagi lapak PK5 yang kembali menempati bahu jalan, trotoar, maupun area drainase. "Dengan selesainya penertiban tersebut, kawasan Jalan Pajjaiang di sekitar GOR Sudiang kini kembali lebih aman, dan nyaman bagi pengguna jalan," tukasnya.
ENREKANG, Trotoar.id – Progres penanganan preservasi Jalan Paket 3, khususnya ruas Paleteang–Malimpung hingga perbatasan Kabupaten Enrekang, terus menunjukkan perkembangan signifikan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) saat ini menggenjot program Preservasi Jalan melalui skema Multiyears Project (MYP) Paket 3 dengan total anggaran mencapai Rp478,1 miliar.
Program ini mencakup penanganan infrastruktur jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar pada 15 ruas jalan di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Salah satu ruas prioritas yang tengah dikerjakan berada di wilayah Kabupaten Pinrang hingga perbatasan Kabupaten Enrekang, yakni ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang sepanjang 19 kilometer.
Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap penyiapan badan jalan hingga pekerjaan rekonstruksi, yang berdampak pada pengaturan lalu lintas di sejumlah titik.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pembaruan progres pengerjaan ruas jalan tersebut sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami mohon maaf atas terganggunya arus lalu lintas selama pengerjaan. Kami berharap masyarakat dapat bersabar serta mendoakan agar proses pengerjaan ini berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” ujar Andi Sudirman.
Sementara itu, Kepala Dusun Bonne, Desa Sipatuo, Kabupaten Pinrang, Mustamin, mengaku bersyukur atas perhatian Pemprov Sulsel terhadap perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya.
Ia menyebut, perbaikan ruas Paleteang–Malimpung telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.
“Kami sangat senang. Jalan ini sudah lama rusak dan sering menyebabkan antrean kendaraan. Sekarang masyarakat sangat antusias melihat langsung proses perbaikannya,” ungkap Mustamin.
Menurutnya, ruas Paleteang–Malimpung merupakan jalur strategis lintas provinsi yang menghubungkan Sulawesi Barat, Makassar, hingga Tana Toraja, sehingga keberadaan jalan yang layak sangat vital bagi mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan jasa.
“Jalur ini sangat penting. Kami masyarakat di sini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Sulsel atas perbaikan dan pembangunan kembali jalan ini,” katanya.
Mustamin juga mengenang kunjungan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, warga menyampaikan secara langsung berbagai aspirasi pembangunan, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, persawahan, hingga pengairan.
“Waktu Pak Gubernur datang, kami sampaikan langsung kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, sekarang sudah terbukti dan hasilnya mulai kami rasakan,” tutupnya. (*)
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab)…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi berbasis swadaya masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, bersama unsur…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menargetkan penambahan cetak sawah baru seluas 600…
MAKASSAR, TEOTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas, menyoroti maraknya aksi begal yang…
This website uses cookies.