Categories: News

Hadiri Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Muliani, Munafri Tekankan Etika Publik dan Akuntabilitas Negara

PEMKOT MAKASSAR

MAKASSAR, Trotoar.id  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa etika publik dan akuntabilitas negara merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. 

Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (Sidrap), Prof. Dr. Muliani, yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Rabu (21/1/2026).

Dalam suasana akademik yang khidmat, Munafri menekankan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran akademisi dalam menjawab tantangan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam membangun integritas keuangan publik dan etika penyelenggaraan negara.

Menurut Munafri, pengukuhan guru besar merupakan tonggak sejarah penting yang menandai perjalanan panjang seorang akademisi dalam dunia ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Gelar guru besar adalah kehormatan sekaligus kepercayaan tertinggi dari komunitas akademik terhadap kualitas, integritas, dan kontribusi seorang ilmuwan,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan pengakuan atas dedikasi panjang, ketekunan, serta komitmen yang konsisten dalam menapaki jalan ilmu pengetahuan. 

Karena itu, gelar guru besar bukan hanya prestasi personal, tetapi juga amanah besar untuk terus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Munafri menilai, pengukuhan Prof. Dr. Muliani menjadi bukti bahwa ketekunan dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan akan selalu membuka peluang dan melahirkan capaian yang membanggakan. 

Bertambahnya guru besar, kata dia, tidak hanya memperkaya khasanah akademik nasional, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Sidrap sebagai pusat keilmuan yang berdaya saing.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Prof. Dr. Muliani. Ini adalah prestasi yang patut menjadi inspirasi bagi generasi akademisi muda,” ungkapnya.

Munafri juga menaruh perhatian khusus pada judul orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Dr. Muliani, yakni Etika Publik dan Akuntabilitas Negara dalam Membangun Integritas Tata Kelola Keuangan Publik di Indonesia. 

Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi tata kelola pemerintahan saat ini.

Ia menjelaskan, etika publik merupakan landasan moral yang mengarahkan perilaku aparatur negara agar senantiasa berpijak pada kepentingan rakyat. 

Sementara itu, akuntabilitas negara adalah kewajiban pemerintah untuk mempertanggungjawabkan setiap kebijakan, program, dan penggunaan anggaran kepada masyarakat.

“Integritas tata kelola keuangan publik adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan rakyat terhadap pemerintah,” tegas Munafri.

Sebagai kepala daerah, Munafri mengaku merasakan secara langsung bahwa kepercayaan masyarakat hanya dapat tumbuh apabila pengelolaan keuangan publik dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai moral.

Ia menegaskan, seorang guru besar bukan hanya ilmuwan, tetapi juga penjaga moral bangsa. Pemikiran akademik diharapkan mampu menembus batas ruang kelas dan laboratorium, masuk ke ranah kebijakan publik, serta memberi arah bagi pembangunan.

Munafri berharap gagasan dan pemikiran Prof. Dr. Muliani dapat menjadi rujukan strategis bagi para pemimpin daerah, birokrat, dan akademisi dalam memperkuat integritas serta tata kelola publik.

“Dengan demikian, kita dapat mewujudkan pemerintahan yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga beretika, berintegritas, dan berpihak pada rakyat,” tambahnya.

Selain itu, Munafri turut mengapresiasi peran Universitas Muhammadiyah Sidrap yang dinilainya konsisten mencetak sumber daya manusia unggul. 

Bertambahnya guru besar diyakini akan semakin memperkuat kontribusi universitas dalam menghasilkan riset berkualitas yang mampu menjawab tantangan lokal maupun nasional.

Ia optimistis Universitas Muhammadiyah Sidrap akan semakin berperan dalam melahirkan lulusan yang siap menjadi pemimpin masa depan serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan.

Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum pengukuhan guru besar sebagai pengingat bahwa membangun Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.

“Membangun Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas akademisi, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Dengan etika publik, akuntabilitas negara, dan integritas tata kelola keuangan, kita dapat mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya. (*)

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Reses di Tallo, Yulianto Badwi Tampung Aspirasi Warga Soal Air Bersih hingga Sampah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam…

18 jam ago

Muscab IOF Makassar, Irfan Qurniawan Terpilih sebagai Ketua Periode 2025–2030

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab)…

18 jam ago

Akhiri Reses, Hj Umiyati Serap Aspirasi Warga Paropo: Drainase hingga Bantuan UMKM Jadi Prioritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa…

20 jam ago

Sinergi Kelurahan Pangkajene Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Bantuan Modal Swadaya

SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi berbasis swadaya masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, bersama unsur…

20 jam ago

Sidrap Targetkan Cetak Sawah Baru 600 Hektare, Bupati Usulkan Sistem Swakelola

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menargetkan penambahan cetak sawah baru seluas 600…

22 jam ago

Wakil Ketua DPRD Makassar Soroti Maraknya Begal, Dorong Solusi Nyata dan Perlindungan Korban

MAKASSAR, TEOTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas, menyoroti maraknya aksi begal yang…

23 jam ago

This website uses cookies.