SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, melaksanakan panen perdana Musim Tanam Pertama (MT I) di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Rabu (28/1/2026).
Panen perdana ini merupakan hasil musim tanam periode Oktober–Desember 2025 dan menjadi indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah, petani, serta penyuluh pertanian dalam menjaga produktivitas sektor tanaman pangan di Kabupaten Sidrap.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDPPA) Sidrap, Andi Surya Praja Hadiningrat, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Sidrap, Mursalim Halim, Camat Maritengngae Firman, para penyuluh pertanian se-Kecamatan Maritengngae, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Sidrap, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin Alrif secara simbolis mengoperasikan mesin panen gabungan (combine harvester) sebagai bentuk penerapan mekanisasi pertanian guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kecepatan proses panen.
Syaharuddin menyampaikan bahwa capaian produksi gabah di Sidrap terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sebagai hasil dari perbaikan tata kelola pertanian dan dukungan teknologi.
“Alhamdulillah, swasembada pangan di Sidrap mengalami peningkatan hampir 160 ribu ton gabah pada tahun 2025. Dari 440 ribu ton pada tahun 2024, meningkat menjadi 565 ribu ton,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidrap menargetkan produksi gabah yang lebih tinggi guna memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Tahun ini, kami menargetkan produksi gabah mencapai 800 ribu ton hingga 1 juta ton,” tegas Syaharuddin.
Sementara itu, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendorong swasembada pangan melalui pendampingan intensif kepada petani dan penerapan teknologi pertanian.
“Bupati Syaharuddin telah menunjukkan komitmen yang kuat dengan terjun langsung ke lapangan. Ini menjadi contoh kepemimpinan yang berpihak pada sektor pertanian,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Kementerian Pertanian dapat terus diperkuat agar Sidrap semakin berperan sebagai daerah percontohan swasembada pangan di tingkat nasional.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menjadikan Sidrap sebagai contoh terbaik swasembada pangan nasional,” pungkas Jamaluddin. (*)











Komentar