MAKASSAR, Trotoar.id – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse
Mappasessu (RMS), mengungkapkan bahwa dirinya kini kembali berada di titik nol dalam perjalanan politiknya, setelah memutuskan meninggalkan Partai NasDem.
RMS menyampaikan hal tersebut saat menghadiri agenda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sela-sela pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI.
Menanggapi isu bergabungnya dirinya ke PSI, mantan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) dua periode itu menegaskan bahwa kehadirannya semata-mata untuk mendampingi dan mengawal putranya, Muammar Gandi Rusdi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan.
“Saya ini mengawal anak saya. Namanya anak, tentu sebagai orang tua kita harus siap berkorban. Apa pun itu, demi anak,” ujar Rusdi Masse.
Ia menegaskan tidak memiliki motivasi politik pribadi di balik kehadirannya dalam kegiatan PSI, selain memastikan putranya mampu menjalankan amanah sebagai pimpinan partai di Sulawesi Selatan dengan baik.
Menurut RMS, jabatan politik sejatinya hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat ditinggalkan atau bahkan meninggalkan seseorang.
“Jabatan itu cuma amanah. Bisa kita tinggalkan, bisa juga jabatan itu yang meninggalkan kita,” katanya.
Sambil berkelakar, RMS mengenang perjalanan politiknya di masa lalu ketika Partai NasDem berhasil tampil sebagai pemenang Pemilu di Sulawesi Selatan.
Ia menyebut keberhasilan tersebut bukan hal yang mustahil untuk diulang, kali ini melalui Partai Solidaritas Indonesia di bawah kepemimpinan putranya.
“Dulu NasDem bisa menang di Sulsel. Insyaallah, hal itu bisa kita wujudkan kembali di PSI melalui anak saya,” ucap RMS.
Rusdi Masse menilai, regenerasi kepemimpinan dalam politik merupakan hal yang tidak terelakkan dan perlu dikawal dengan bijak oleh generasi sebelumnya.
Ia berharap, kehadirannya di PSI dapat menjadi bentuk dukungan moral dan pengalaman, tanpa harus mengambil peran struktural maupun ambisi politik pribadi.











Komentar