Makassar, Trotoar.id — Rusdi Masse Mappasessu bukan sekadar nama dalam panggung politik Sulawesi Selatan.
Ia adalah sosok yang tumbuh dari denyut kehidupan masyarakat Sidrap, daerah yang membentuk karakter, cara berpikir, dan arah pengabdiannya.
Kedekatannya dengan masyarakat menjadi fondasi utama perjalanan hidup Rusdi Masse.
Sejak awal, ia dikenal sebagai figur yang terbiasa mendengar langsung keluhan warga, memahami persoalan sederhana, dan menjadikannya bagian dari pertimbangan dalam setiap langkah politiknya.
Langkah awal Rusdi Masse di dunia politik dimulai pada tahun 2005, melalui Partai Bintang Reformasi (PBR), ia menapaki panggung politik lokal dan dipercaya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Sidrap,l.
Sebuah pengalaman yang mempertemukannya secara langsung dengan realitas pemerintahan dan aspirasi rakyat, dari ruang DPRD itulah, naluri kepemimpinannya semakin terasah.
Rusdi Masse tidak hanya belajar soal regulasi dan kebijakan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral seorang wakil rakyat terhadap masyarakat yang diwakilinya.
Kepercayaan publik kemudian mengantarkannya menjadi Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pada periode pertama kepemimpinannya, Rusdi Masse menjadikan pendekatan personal dan kehadiran langsung di tengah masyarakat sebagai ciri khas kepemimpinannya.
Keputusan bergabung dengan Partai Golkar menjadi bagian dari dinamika politik yang ia jalani.
Dengan dukungan partai tersebut, Rusdi Masse kembali dipercaya memimpin Sidrap untuk periode kedua hingga tahun 2014, memperpanjang masa pengabdiannya sebagai kepala daerah.
Dua periode memimpin Sidrap bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang hubungan emosional dengan daerah yang ia pimpin.
Bagi Rusdi Masse, Sidrap bukan sekadar wilayah administratif, melainkan rumah tempat ia bertumbuh dan mengabdi.
Usai menuntaskan tugas sebagai bupati, Rusdi Masse melangkah ke panggung politik yang lebih luas.
Tahun 2016 menjadi titik penting ketika ia dipercaya Surya Paloh memimpin DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, amanah yang memperluas ruang pengabdiannya.
Di bawah kepemimpinannya, NasDem Sulsel tumbuh menjadi kekuatan politik yang solid.
Namun bagi Rusdi Masse, membangun partai tidak hanya soal struktur, melainkan tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan.
Kepercayaan rakyat kembali mengantarkannya ke Senayan. Terpilih sebagai Anggota DPR RI pada Pemilu 2019 dan kembali pada Pemilu 2024, Rusdi Masse membawa semangat daerah ke tingkat nasional.
Meski demikian, perjalanan politik tidak selalu berjalan lurus. Setelah sekitar 16 bulan menjalani periode kedua di DPR RI, Rusdi Masse memilih mengambil keputusan besar dengan mengundurkan diri dari Partai NasDem dan kursi legislatif pada pertengahan Januari 2026.
Langkah baru pun diambilnya pada 29 Januari 2026.
Bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Kaesang Pangarep, Rusdi Masse membuka lembaran baru dalam hidupnya sebuah perjalanan panjang yang terus berangkat dari satu hal sederhana: keinginan untuk tetap mengabdi kepada masyarakat.











Komentar