MAKASSAR, Trotoar.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tekad besar: membangun kekuatan akar rumput melalui target 10 juta Kartu Tanda Anggota (KTA),
Tidaka itu saja, Rakernas PSI juga menegaskan komitmen penuh mengawal program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Komitmen itu disampaikan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, saat menutup rapat pleno Rakernas PSI yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (30/1/2026).
Di hadapan para kader dari seluruh Indonesia, Ahmad Ali menekankan bahwa Rakernas bukan sekadar forum seremonial, melainkan titik awal kerja nyata partai.
Menurutnya, target 10 juta KTA harus segera diterjemahkan dalam gerakan konkret di lapangan.
Seluruh kader, tanpa terkecuali, diminta terlibat aktif memperkuat basis keanggotaan, mulai dari tingkat ranting hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Rakernas ini melahirkan keputusan penting. PSI menargetkan 10 juta KTA. Mulai sekarang semua kader harus bekerja. Mau jadi caleg atau tidak, minimal merekrut 500 anggota ber-KTA. Kita tidak bisa menunggu momentum politik, kita harus bergerak dari sekarang,” tegas Ahmad Ali.
Selain penguatan struktur, PSI juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah.
Salah satu fokus utama adalah mendukung dan mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabowo–Gibran.
Ahmad Ali meminta seluruh jajaran pengurus, mulai dari DPW hingga struktur paling bawah, untuk terlibat langsung dalam pengawasan dan pelaksanaan program tersebut, sebagai bentuk kontribusi nyata PSI kepada masyarakat.
“Kita beri dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah, terutama MBG. Saya minta pengurus di daerah bergotong royong membangun dapur MBG. Minimal satu dapur di setiap provinsi, agar PSI hadir langsung dan memberi manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya.
Dalam Rakernas tersebut, Ahmad Ali juga kembali menegaskan posisi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, sebagai figur panutan dan bagian penting dari identitas perjuangan PSI.
Ia mengingatkan kader agar tetap menjaga kehormatan Jokowi di ruang publik.
“Kader PSI harus menjaga kehormatan Pak Jokowi. Kita harus terus mengangkat hal-hal positif tentang beliau, termasuk memviralkan kembali program-program kerakyatan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Arahan tersebut menegaskan konsistensi sikap politik PSI yang tidak hanya fokus pada kontestasi elektoral, tetapi juga pada kerja ideologis dan narasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Melalui Rakernas di Makassar ini, PSI memantapkan arah perjuangan partai ke depan: memperkuat kaderisasi, membangun basis massa yang solid, serta menjadi kekuatan politik yang aktif mengawal jalannya pemerintahan nasiona











Komentar