Metro

Fatmawati Rusdi Dorong Langkah Antisipatif Pengendalian Inflasi Jelang Ramahdan 2026

Pemprov Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat langkah antisipatif pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026. 

Upaya ini ditegaskan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, saat memimpin High-Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (13/2/2026).

Forum tersebut mengangkat tema stabilisasi harga jelang HBKN serta sinergi penguatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. 

Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus memperkuat transformasi digital di pemerintahan daerah.

Dalam arahannya, Fatmawati menyoroti perkembangan inflasi Sulsel yang perlu diantisipasi secara serius. Inflasi bulanan Januari 2026 tercatat sebesar 0,47 persen, sedikit menurun dibanding Desember 2025 sebesar 0,49 persen. 

Namun secara tahunan, inflasi Sulsel mencapai 4,11 persen (year on year).

“Ini mengindikasikan tekanan harga berpotensi meningkat apabila inflasi bulanan tetap tinggi secara konsisten,” tegasnya.

Sejumlah komoditas pangan disebut masih menjadi penyumbang utama inflasi, antara lain beras, aneka cabai, ikan bandeng, ikan layang, ikan cakalang, telur ayam ras, hingga udang basah. 

Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, potensi gangguan pasokan komoditas strategis tersebut dinilai perlu diantisipasi lebih awal.

Berdasarkan analisis spasial harga awal Februari 2026, beberapa komoditas tercatat berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Cabai rawit yang sebelumnya menjadi penahan laju inflasi kini menunjukkan tren kenaikan harga di sejumlah wilayah.

Dari sisi inflasi tahun kalender, Sulsel per Januari 2026 mencatat inflasi 0,47 persen year to date, lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2025 sebesar -0,75 persen dan tahun 2024 sebesar 0,36 persen. 

Kondisi ini menjadi dasar perlunya intervensi yang lebih terukur dan terkoordinasi.

“Intervensi stabilisasi harga dan penguatan pasokan pangan harus digencarkan. TPID kabupaten/kota harus fokus pada komoditas strategis dan bergerak cepat berbasis data,” ujar Fatmawati.

Ia juga memaparkan kondisi neraca pangan Sulawesi Selatan per Desember 2025. Ketahanan stok beras tercatat mencapai 561 hari dan jagung 29 hari. 

Namun sejumlah komoditas berada dalam kondisi defisit, seperti kedelai minus tujuh hari dan bawang putih minus 26 hari, sementara cabai rawit hanya memiliki ketahanan lima hari.

“Beberapa sudah lampu merah, apalagi jika terjadi arus keluar pasokan dari Sulsel. Ini perlu langkah antisipatif,” katanya.

Sebagai respons, Pemprov Sulsel mendorong optimalisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 untuk mendukung operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 24 kabupaten/kota, serta memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) dalam pengelolaan komoditas surplus dan defisit.

Selain pengendalian harga, Fatmawati juga menekankan percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. 

Ia menyebut hampir separuh penduduk Sulsel merupakan generasi Y dan Z yang melek digital, menjadi modal besar dalam mendorong transformasi ekonomi digital.

Selama tiga tahun berturut-turut, Sulawesi Selatan meraih predikat juara nasional TP2DD. Menurutnya, capaian tersebut harus dijaga dengan memperluas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Ia pun meminta peran aktif Bank Sulselbar dalam memperkuat edukasi dan akuisisi pengguna Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), serta memperluas kanal pembayaran digital seperti QRIS, virtual account, dan cash management system (CMS).

“Digitalisasi bukan semata soal teknologi, tetapi upaya meningkatkan pendapatan asli daerah, mencegah kebocoran anggaran, dan memperkuat akuntabilitas publik,” pungkasnya.

ANTI CIBOL

Share
Published by
ANTI CIBOL

BERITA TERKAIT

Kemendagri Nobatkan Makassar Terbaik I Creative Financing, Raih Insentif Rp3 Miliar

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional Sulawesi. Di…

12 jam ago

Munafri-Aliyah Kenalkan Fitur “Makassar Move” di Lontara+, Warga Bisa Dapat Hadiah dari Olahraga

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong penerapan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat partisipasi…

12 jam ago

Lautan Manusia Padati Anjungan Losari, Munafri Resmi Lepas Makassar Half Marathon 2026

MAKASSAR, Trotoar.id — Lautan manusia berseragam pelari memadati kawasan Anjungan Pantai Losari, Minggu (30/5/2026) pagi,…

12 jam ago

Kawal MHM 2026, Perumda Parkir Makassar Turunkan 50 Personel dan Siapkan 12 Kantong Parkir Resmi

MAKASSAR, Trotoar.id — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar Raya memperketat pengawasan dan pengelolaan parkir…

1 hari ago

Wawali Makassar Dukung KKN Berdampak UNIFA 2026, Perkuat Kolaborasi Pengabdian Masyarakat

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari jajaran Universitas…

1 hari ago

Gandi Rusdi Keliling Sulsel, Salurkan Daging Kurban Sekaligus Konsolidasi Kader PSI

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan, Muammar…

1 hari ago

This website uses cookies.