Metro

Kejahatan Jalanan Disorot Lewat Seni, Trauma Kota Jadi Ruang Edukasi Warga Makassar

Pemkot Makassar

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kejahatan jalanan melalui berbagai pendekatan.

Selain penegakan hukum, pendekatan kultural berbasis seni kini turut didorong sebagai strategi membangun kesadaran kolektif dan memulihkan rasa aman warga.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi komunitas Trauma Kota di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026).

Pertemuan itu membahas rencana kegiatan performance art yang mengangkat isu kejahatan jalanan, khususnya fenomena aksi negatif geng motor yang kerap melibatkan generasi muda.

Penggagas kegiatan, Soekarno-Hatta, menjelaskan bahwa sejak 2012 hingga kini, Kota Makassar masih menghadapi persoalan kejahatan jalanan oleh oknum geng motor.

Menurutnya, fenomena tersebut bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan sosial dan psikologis yang berpotensi menimbulkan trauma kolektif serta menurunkan rasa aman warga dalam memanfaatkan ruang publik.

“Kejahatan jalanan ini berdampak pada menurunnya rasa aman masyarakat. Ini bukan sekadar isu kriminalitas, tetapi juga persoalan sosial yang perlu direspons secara komprehensif,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menggeneralisasi seluruh komunitas geng motor sebagai pelaku kejahatan.

Terdapat pula kelompok yang menjalankan aktivitas positif dan membangun solidaritas. Karena itu, pendekatan yang diambil lebih menekankan dialog dan refleksi melalui medium seni.

Program Trauma Kota dirancang sebagai ruang temu antara warga, seniman, dan pemerintah melalui rangkaian pameran foto, seni performansi, diskusi publik, serta lokakarya.

Kegiatan ini akan digelar di lima kecamatan yang dinilai terdampak signifikan, yakni Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, Rappocini, dan Manggala.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pameran foto yang menampilkan dokumentasi serta refleksi visual terkait fenomena geng motor.

Selanjutnya, diskusi publik menghadirkan unsur kecamatan, penggagas program, serta rencana melibatkan psikolog eksternal guna membedah dampak sosial dan psikologisnya.

Selain itu, pertunjukan seni performansi akan digelar di ruang publik sebagai bentuk ekspresi artistik sekaligus media edukasi.

Lokakarya pengembangan karya telah dilaksanakan sejak Februari 2026 dan telah digelar sebanyak tiga kali, dengan pelaksanaan terakhir pada 28 Februari 2026 di Studio Kala Teater.

Untuk jadwal pelaksanaan, kegiatan perdana direncanakan pada 21 April 2026 di Kantor Kecamatan Ujung Pandang.

Pameran foto akan berlangsung sehari penuh, dilanjutkan diskusi publik dan pertunjukan performansi pada hari berikutnya, kemudian ditutup dengan pameran lanjutan.

Setelah itu, kegiatan berpindah ke Kecamatan Mariso dan Kelurahan Mamajang Dalam. Pada 6 Mei 2026, rangkaian acara digelar di Kantor Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini, sebelum akhirnya ditutup di Kecamatan Manggala.

Setiap lokasi akan menampilkan karya foto berbeda sesuai konteks wilayah masing-masing.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Makassar berharap pendekatan seni partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam membangun dialog sosial, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menciptakan ruang kota yang lebih aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh warga.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Reses di Tallo, Yulianto Badwi Tampung Aspirasi Warga Soal Air Bersih hingga Sampah

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam…

16 jam ago

Muscab IOF Makassar, Irfan Qurniawan Terpilih sebagai Ketua Periode 2025–2030

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab)…

16 jam ago

Akhiri Reses, Hj Umiyati Serap Aspirasi Warga Paropo: Drainase hingga Bantuan UMKM Jadi Prioritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa…

17 jam ago

Sinergi Kelurahan Pangkajene Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Bantuan Modal Swadaya

SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi berbasis swadaya masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, bersama unsur…

18 jam ago

Sidrap Targetkan Cetak Sawah Baru 600 Hektare, Bupati Usulkan Sistem Swakelola

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menargetkan penambahan cetak sawah baru seluas 600…

19 jam ago

Wakil Ketua DPRD Makassar Soroti Maraknya Begal, Dorong Solusi Nyata dan Perlindungan Korban

MAKASSAR, TEOTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas, menyoroti maraknya aksi begal yang…

20 jam ago

This website uses cookies.