Metro

Pemprov Sulsel Tegaskan Isu Sewa Helikopter Rp2 Miliar Hoaks

Pemprov Sulsel

Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa informasi terkait penggunaan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk sewa helikopter adalah tidak benar atau hoaks.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang dinilai berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulsel, Suhartono, menjelaskan bahwa angka Rp2 miliar yang beredar merupakan pagu anggaran dalam dokumen perencanaan, bukan realisasi penggunaan anggaran.

“Hingga saat ini, anggaran tersebut belum direalisasikan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, alokasi anggaran tersebut disiapkan sebagai langkah antisipatif untuk kebutuhan kedaruratan, bukan untuk penggunaan rutin.

Menurutnya, rencana sewa helikopter diproyeksikan untuk mendukung penanganan situasi darurat seperti bencana alam, evakuasi, serta mobilitas cepat ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Sewa helikopter ini untuk kepentingan mendesak, termasuk penanganan bencana seperti banjir dan akses ke daerah terpencil,” jelasnya.

Dengan demikian, anggaran tersebut bersifat situasional dan hanya digunakan jika kondisi darurat benar-benar terjadi.

Lebih lanjut, Pemprov Sulsel juga menegaskan bahwa penggunaan helikopter oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, selama ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Penegasan ini sekaligus membantah spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait penggunaan fasilitas tersebut.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien dalam penggunaan anggaran.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

Pemprov juga mengingatkan pentingnya mengacu pada sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Langkah klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kesalahpahaman sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. (*)

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg

BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…

4 jam ago

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

4 jam ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

5 jam ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

5 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

6 jam ago

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…

9 jam ago

This website uses cookies.