Parlemen

Komisi E DPRD Sulsel Bahas LKPJ Gubernur 2025, Fokus Evaluasi Layanan Kesehatan

DPRD Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id— Pimpinan dan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan rapat kerja dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan Akhir Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 8–10 April 2026, bertempat di Ruang Rapat Komisi E Lantai 2, Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar.

Rapat kerja dipimpin oleh pimpinan Komisi E dan dihadiri seluruh anggota komisi sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Fokus utama pembahasan diarahkan pada evaluasi kinerja pemerintah daerah, khususnya di sektor kesehatan dan pelayanan publik yang menjadi kewenangan Komisi E.

Dalam forum tersebut, sejumlah pihak turut diundang untuk memberikan pemaparan terkait capaian program serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.

Di antaranya perwakilan rumah sakit seperti RSIA Siti Fatimah, RSIA Pertiwi, serta Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut, yang menyampaikan kondisi pelayanan kesehatan dari sisi fasilitas dan sumber daya manusia.

Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, RSUD Regional La Mappapenning, serta UPT Transfusi Darah untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait layanan kesehatan di daerah.

Perangkat daerah lainnya juga ikut ambil bagian, seperti Bappelitbangda, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Inspektorat, serta sejumlah biro di lingkup Setda Provinsi Sulawesi Selatan.

Melalui rapat kerja ini, Komisi E DPRD Sulsel berupaya memastikan bahwa kualitas layanan kesehatan terus mengalami peningkatan, merata, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Evaluasi terhadap LKPJ juga menjadi instrumen penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam penggunaan anggaran daerah di sektor kesehatan.

Selain itu, pembahasan ini diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala serta merumuskan solusi konkret untuk peningkatan layanan publik ke depan.

Hasil dari rapat kerja ini nantinya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi DPRD kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan kebijakan, guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat di Sulawesi Selatan. (*)

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Pemprov Sulsel Tegaskan Seleksi Paskibraka Transparan, Bantah Isu Penggantian Peserta

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)…

9 menit ago

Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg

BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…

11 jam ago

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

12 jam ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

12 jam ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

13 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

13 jam ago

This website uses cookies.