Site icon Trotoar.id

Wabup Barru Lantik Pengurus Masjid Agung Nurul Iman Periode 2026–2029

IMG 20260505 WA0082.jpgwidth640height360

BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Abustan A. Bintang secara resmi melantik pengurus Masjid Agung Nurul Iman periode 2026–2029 pada Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengangkat tema “Memakmurkan Masjid, Mewujudkan Kesejahteraan Umat”, dengan penekanan kuat pada peran strategis masjid dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Abustan menegaskan bahwa masjid harus keluar dari fungsi konvensional sebagai tempat ibadah semata. Ia mendorong transformasi masjid menjadi pusat peradaban yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, khususnya di Barru.

“Memakmurkan masjid berarti menghidupkan seluruh fungsinya. Tidak hanya shalat berjamaah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Abustan.

Lebih jauh, Abustan mengaitkan peran masjid dengan agenda pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menyebut bahwa penguatan fungsi masjid dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mengurangi kesenjangan sosial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

“Masjid harus menjadi ruang lahirnya generasi unggul. Dari sinilah pendidikan karakter, literasi keagamaan, hingga keterampilan sosial masyarakat dibangun,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi program masjid dengan kebijakan pemerintah daerah, seperti pengentasan kemiskinan, penguatan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Barru, lanjut Abustan, siap memberikan dukungan penuh terhadap program kerja pengurus baru. Fokus dukungan diarahkan pada kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat, antara lain:

“Kami ingin masjid hadir sebagai solusi. Ketika masyarakat menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, atau sosial, masjid harus menjadi tempat mereka mendapatkan jawaban,” tegasnya.

Ketua pengurus yang baru dilantik, H. Marsude Mappa, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan maksimal.

Ia menargetkan Masjid Agung Nurul Iman menjadi pusat aktivitas umat yang hidup sepanjang waktu.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Masjid ini tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi solusi bagi berbagai persoalan umat,” ujarnya.

Marsude juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong inovasi program, termasuk digitalisasi pengelolaan masjid dan penguatan jaringan sosial berbasis jamaah.

Pelantikan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah.

Momentum ini menjadi simbol penting sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai keislaman.

Dengan penguatan peran masjid sebagai pusat peradaban, diharapkan Masjid Agung Nurul Iman tidak hanya menjadi ikon religius, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemajuan umat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Barru.

Exit mobile version