Daerah

KKP Kampanyekan Perlindungan Nelayan di Bulukumba, Bupati Andi Utta Tekankan Migrasi Aman dan Legal

Pemda Bulukumba

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kampanye informasi publik terkait perlindungan nelayan dan masyarakat pesisir dari praktik penangkapan ikan ilegal di wilayah perairan negara lain.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah pusat hingga daerah, aparat penegak hukum, serta komunitas nelayan.

Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran kolektif terhadap risiko aktivitas ilegal di laut internasional.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, perwakilan Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan KKP Eva Suryaman, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba Yusli Sandi, serta Kepala Bagian Perbatasan Nasional Divhubinter Mabes Polri Fibri Karnapianto.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kepolisian Negara Republik Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, jajaran Dinas Perikanan, penyuluh, serta peserta yang terdiri dari nelayan, keluarga nelayan, awak kapal, pelaku usaha perikanan, dan aparat desa.

Dalam pengantarnya, Yusli Sandi menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir terkait bahaya dan konsekuensi hukum dari praktik penangkapan ikan tanpa izin di wilayah perairan negara lain.

Ia mengungkapkan, selain pelanggaran hukum, terdapat pula indikasi praktik penyelundupan orang yang memanfaatkan kapal perikanan sebagai sarana lintas negara.

Menurutnya, fenomena ini menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai bersama.

“Tidak hanya soal menangkap ikan secara ilegal, tetapi juga ada potensi penyelundupan manusia yang sangat berbahaya bagi keselamatan dan masa depan para nelayan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk menekan kasus penangkapan nelayan Indonesia oleh otoritas negara lain, terutama di wilayah perairan Australia yang kerap menjadi tujuan aktivitas ilegal.

Sementara itu, Bupati Andi Utta menyampaikan apresiasi atas inisiatif KKP dalam menyelenggarakan kampanye tersebut.

Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap keselamatan nelayan dan masyarakat pesisir.

Menurutnya, edukasi yang berkelanjutan sangat penting sebagai upaya mitigasi terhadap praktik penangkapan ikan ilegal beserta dampak hukum dan sosial yang ditimbulkannya.

Ia menegaskan bahwa nelayan dan masyarakat pesisir merupakan pilar penting dalam menopang ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

Karena itu, perlindungan terhadap mereka harus menjadi prioritas bersama.

Namun demikian, Andi Utta mengakui masih adanya tekanan ekonomi yang mendorong sebagian masyarakat pesisir mengambil risiko dengan bekerja atau menangkap ikan secara ilegal di wilayah negara lain.

“Kondisi ini membutuhkan perhatian serius. Di satu sisi masyarakat ingin meningkatkan taraf hidup, tetapi di sisi lain ada risiko besar jika migrasi dilakukan secara tidak aman dan tanpa perlindungan hukum,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan berbagai potensi risiko yang dapat dihadapi, mulai dari perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, hingga permasalahan hukum di negara tujuan.

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur migrasi yang aman dan legal, termasuk aturan kerja di luar negeri, keselamatan kerja, hingga pemahaman hukum laut internasional.

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi terkait peningkatan kapasitas, seperti kemampuan navigasi serta pemanfaatan teknologi perikanan modern guna mendukung aktivitas yang lebih aman dan produktif.

Di akhir sambutannya, Bupati Andi Utta menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam melindungi nelayan sebagai bagian dari warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya migrasi yang aman, prosedural, dan legal, sekaligus mendorong terciptanya sektor perikanan yang berkelanjutan di Kabupaten Bulukumba.

Awal Febri

Share
Published by
Awal Febri

BERITA TERKAIT

Pemkab Sidrap Dorong Konsumsi Telur demi Cegah Stunting

SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi…

26 menit ago

55 Anggota BPD Dilantik, Bupati Andi Utta Tekankan Sinergi Bangun Desa

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melantik sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan…

31 menit ago

Wabup Sidrap Distribusikan Tablet Tambah Darah, Dorong Pencegahan Stunting Sejak Remaja

SIDRAP, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi sehat…

3 jam ago

PLT Ketua Golkar Sulsel Bantah Pernyataan Arif Rosyid

Makassar, Trotoar.id – Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan kian menghangat menyusul polemik yang dipicu…

5 jam ago

Apa Alasan DPP PAN Copot Husniah Talenrang Senagai Ketua DPW Sulsel

MAKASSAR, TROTOAR.ID -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencopot Husniah Talenrang…

9 jam ago

Aliyah Mustika Ilham Gaungkan Kolaborasi Pariwisata di Rakernas II ASITA 2026, Makassar Siap Jadi Kota Event Nasional

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor…

17 jam ago

This website uses cookies.