Site icon Trotoar.id

Bupati Barru Lepas PMI ke Jepang, Dorong SDM Unggul dan Kontribusi Ekonomi Global dari Daerah

IMG 20260511 WA0093 scaled.jpgwidth640height360

BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui akses kerja ke luar negeri.

Hal ini ditandai dengan pelepasan lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Barru oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, di Rumah Jabatan Bupati, Ahad (10/5/2026).

Kelima peserta tersebut akan bekerja di sektor perikanan di Jepang melalui program pelatihan dan penempatan kerja luar negeri yang difasilitasi PT Brexa Raya Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam membuka peluang kerja global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Andi Ina menegaskan bahwa para pekerja migran tidak hanya bekerja untuk diri sendiri, tetapi juga membawa nama baik daerah dan bangsa.

“Ini adalah pintu gerbang menuju masa depan yang cerah. Kalian bukan hanya pekerja, tetapi juga duta Barru di luar negeri. Jaga etika, sopan santun, dan disiplin kerja,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan karakter selama berada di negara lain.

“Di mana pun berada, ingat orang tua dan kampung halaman. Tunjukkan bahwa anak-anak Barru mampu bersaing dan memiliki integritas,” tambahnya.

Bupati menilai program penempatan tenaga kerja ke luar negeri merupakan salah satu solusi dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah.

“Kita ingin SDM Barru tidak hanya terserap di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar kerja internasional. Ini bagian dari transformasi tenaga kerja kita,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman kerja di luar negeri akan memberikan nilai tambah berupa keterampilan, etos kerja, serta wawasan global yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke daerah.

Selain peningkatan kapasitas individu, keberangkatan PMI juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan daerah melalui remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri.

“Kami berharap mereka bisa membantu ekonomi keluarga, memperbaiki taraf hidup, dan nantinya berkontribusi dalam pembangunan daerah,” kata Andi Ina.

Ia menambahkan, perputaran ekonomi dari hasil kerja PMI dapat menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru, Syamsir, menjelaskan bahwa para peserta telah melalui proses seleksi dan pelatihan yang cukup ketat.

“Awalnya ada sembilan peserta yang mengikuti pelatihan tahap pertama di Makassar selama sekitar satu bulan. Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa para peserta akan menjalani pelatihan lanjutan di Jakarta sebagai tahap pemantapan sebelum diberangkatkan ke Jepang.

“Mereka akan berangkat ke Jakarta pada 14 Mei untuk mengikuti pelatihan selama dua bulan. Ini penting untuk memastikan kesiapan mereka, baik dari segi bahasa, keterampilan, maupun mental,” tambahnya.

Pentingnya Penguasaan Bahasa dan Adaptasi Budaya

Syamsir juga menekankan bahwa penguasaan bahasa Jepang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam program ini.

“Salah satu peserta bahkan sudah berangkat lebih dulu karena telah memiliki sertifikat bahasa Jepang. Ini menunjukkan bahwa kesiapan individu sangat menentukan,” ujarnya.

Selain bahasa, adaptasi terhadap budaya kerja Jepang yang dikenal disiplin dan profesional juga menjadi perhatian utama dalam pelatihan.


Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta sebagai sending organization. Sinergi ini dinilai penting dalam membuka akses kerja luar negeri yang aman dan terstruktur bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya membuka peluang kerja sama seperti ini agar semakin banyak masyarakat Barru yang mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri secara legal dan terlindungi,” kata Bupati.

Bupati Andi Ina berharap keberangkatan lima PMI ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak takut bersaing di tingkat global.

“Ini contoh bahwa dengan kesiapan dan kemauan belajar, peluang itu terbuka. Kami ingin anak-anak muda Barru berani bermimpi dan berusaha meraih masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Pelepasan calon PMI ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Barru dalam membangun SDM yang tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

Dengan kombinasi pelatihan, pendampingan, dan peluang kerja internasional, diharapkan Barru dapat melahirkan tenaga kerja profesional yang membawa manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi daerah dan bangsa.

“Kami titip harapan besar kepada kalian. Pulanglah nanti dengan pengalaman, ilmu, dan kesuksesan untuk membangun Barru yang lebih maju,” pungkas Andi Ina.

Exit mobile version