BARRU, Trotoar.id — Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Barru, Minggu pagi (10/5/2026), terasa lebih hidup dari biasanya.
Di tengah masyarakat yang berolahraga dan menikmati udara segar, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, hadir langsung dengan bersepeda mengelilingi sejumlah ruas jalan utama kota.
Kehadiran orang nomor satu di Barru itu bukan sekadar untuk berolahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan langsung pemerintah dalam memantau kondisi infrastruktur sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara informal.
Didampingi Sekretaris Daerah, Ketua PMI Barru, serta sejumlah pimpinan OPD, Bupati menyusuri kawasan kota sambil sesekali memperlambat laju sepeda untuk mengamati kondisi jalan, drainase, kebersihan lingkungan, hingga fasilitas umum.
Bagi Andi Ina, turun langsung ke lapangan merupakan cara efektif untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau melihat langsung seperti ini, kita bisa mengetahui apa yang masih perlu dibenahi demi kenyamanan masyarakat. Tidak semua bisa terlihat dari laporan di meja,” ujarnya.
Ia menilai, pendekatan ini memungkinkan pemerintah mengambil keputusan yang lebih tepat dan responsif terhadap kondisi riil di lapangan.
“Kadang ada hal-hal kecil yang luput dari perhatian, tapi justru berdampak besar bagi masyarakat. Dengan turun langsung, kita bisa segera tindak lanjuti,” tambahnya.
Dalam pemantauan tersebut, Bupati memberikan perhatian khusus pada kualitas jalan, sistem drainase, serta kebersihan kota.
Ia menegaskan bahwa infrastruktur yang baik harus didukung oleh lingkungan yang tertata dan bersih.
“Kota yang nyaman itu bukan hanya jalannya bagus, tapi juga bersih, rapi, dan tertata. Ini yang terus kita dorong bersama,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Sepanjang kegiatan, warga tampak antusias menyapa Bupati, bahkan tak sedikit yang meminta berfoto bersama.
Suasana yang cair tanpa sekat formalitas menciptakan interaksi yang hangat antara pemerintah dan masyarakat.
Andi Ina menilai CFD memiliki peran penting sebagai ruang interaksi sosial sekaligus sarana membangun kedekatan.
“CFD bukan hanya tempat olahraga, tapi juga ruang bertemu, berdialog, dan mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang terbangun secara langsung seperti ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Setelah bersepeda, kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama di kawasan Alun-Alun Colliq Pujie yang diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan.
Momentum ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengampanyekan pola hidup sehat sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia.
“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun budaya hidup sehat. Kalau masyarakat sehat, produktivitas juga meningkat,” jelas Andi Ina.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Selain aspek kesehatan dan sosial, CFD juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
Aktivitas masyarakat yang meningkat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Barru, Muh Syukri, menyebut CFD sebagai salah satu program yang terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“CFD di Barru bukan hanya ruang olahraga, tetapi juga menjadi ruang rekreasi keluarga dan penggerak ekonomi kecil. Ini membuat kota lebih hidup di akhir pekan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan sederhana seperti gowes bersama saat CFD, Pemerintah Kabupaten Barru ingin menunjukkan bahwa pembangunan kota harus dilakukan secara humanis, dekat dengan masyarakat, dan berorientasi pada kebutuhan nyata warga.
“Kami ingin Barru menjadi kota yang nyaman, sehat, dan ramah bagi semua. Itu hanya bisa terwujud jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama,” kata Andi Ina.
Ia berharap kegiatan CFD dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari identitas kota yang sehat, aktif, dan partisipatif.
Kehadiran Bupati di tengah masyarakat tanpa sekat formalitas menjadi simbol kepemimpinan yang terbuka dan responsif.
Interaksi langsung ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam membangun daerah.
“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung, dan bekerja bersama untuk Barru yang lebih baik,” pungkasnya.

