Site icon Trotoar.id

Bupati Barru Serahkan Sapi Kurban Presiden di Desa Nepo, Dorong Penguatan Ekonomi Peternakan Lokal

IMG 20260606 WA0081 e1780751194346.jpgwidth640height360

Barru, Trotoar.id Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, didampingi Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menyerahkan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berupa sapi kurban kepada masyarakat Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, dalam rangka perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Penyerahan berlangsung di Dusun Mareppang, Selasa (26/5/2026), dan disambut antusias ratusan warga.

Bantuan sapi kurban tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian pemerintah pusat, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung penguatan sektor peternakan di daerah.

Dalam sambutannya, Andi Ina menyampaikan bahwa bantuan sapi kurban dari Presiden merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat kepada masyarakat daerah, khususnya di Kabupaten Barru.

“Hari ini kita patut bersyukur. Tidak semua daerah mendapatkan bantuan ini, dan alhamdulillah Desa Nepo menjadi salah satu yang menerima. Ini adalah bentuk perhatian langsung dari Bapak Presiden kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap daging kurban dapat didistribusikan secara merata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Dusun Mareppang dan Dusun Pakka.

“Walaupun penyembelihan dipusatkan di sini karena kendala teknis, kita pastikan distribusinya menjangkau warga di dua dusun. Ini penting agar manfaatnya adil dan dirasakan bersama,” tambahnya.

Lebih jauh, Andi Ina menekankan bahwa bantuan tersebut tidak hanya berdimensi sosial-keagamaan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat berbasis peternakan.

Ia menyebut sapi kurban yang diserahkan merupakan jenis limousine, salah satu sapi dengan nilai ekonomi tinggi yang potensial dikembangkan di Kabupaten Barru.

“Ini sapi limousine, bernilai tinggi, dan yang membanggakan adalah sapi ini lahir dan dikembangkan di Barru. Artinya, daerah kita punya potensi besar menjadi sentra peternakan unggulan,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan peternakan modern berbasis teknologi seperti inseminasi buatan (IB) harus terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Ina juga menyinggung sejumlah program nasional yang mulai dirasakan manfaatnya di daerah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih.

Ia mengungkapkan bahwa Desa Nepo menjadi salah satu desa yang lebih awal mengimplementasikan program koperasi tersebut sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan Koperasi Merah Putih ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Ini penting untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pemerintah, baik pusat maupun daerah, demi percepatan pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, menjelaskan bahwa sapi kurban bantuan Presiden merupakan sapi lokal hasil pengembangan inseminasi buatan di Barru.

Sapi jenis limousine tersebut lahir di Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, dengan bobot mencapai sekitar 908,5 kilogram berdasarkan penimbangan terakhir pada April 2026.

“Ini adalah hasil kerja petugas lapangan melalui program inseminasi buatan. Nilainya disepakati sekitar Rp88 juta, dengan estimasi produksi daging mencapai 350 kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Barru memiliki potensi besar dalam pengembangan sapi unggul, termasuk jenis limousine, Brahman, Angus, dan Brangus.

Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada masyarakatnya.

“Ini adalah rezeki besar bagi kami. Tidak semua desa mendapat bantuan seperti ini, dan kami sangat bersyukur Desa Nepo dipercaya menerima,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, termasuk program di sektor ekonomi dan pangan.

Menutup kegiatan, Andi Ina menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk terus mendorong pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.

“Kami ingin Barru menjadi salah satu sentra pengembangan sapi unggulan di Sulawesi Selatan. Dengan dukungan semua pihak, ini bukan hal yang mustahil,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis sapi kurban, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), serta bantuan kepada perwakilan masyarakat, disaksikan jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.

Exit mobile version