MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa profesi wartawan merupakan profesi terhormat yang harus dijaga marwah, integritas, dan profesionalismenya, terutama di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.
Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Fajar Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (2/6/2026).
“Pers memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Munafri.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, hoaks, dan disinformasi, keberadaan jurnalis yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi semakin penting.
Ia menilai organisasi profesi seperti PWI memiliki peran besar dalam menjaga kualitas dan integritas insan pers, sekaligus memastikan praktik jurnalistik tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.
“Konferensi ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, dan melahirkan kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman,” katanya.
Munafri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah dan transparansi pemerintahan.
Menurutnya, karya jurnalistik memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah.
“Orang yang belum pernah datang ke Makassar bisa mengenalnya melalui tulisan wartawan. Karena itu profesi ini sangat mulia dan berpengaruh besar,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menggeser nilai-nilai integritas dalam dunia jurnalistik.
“Semakin maju teknologi, integritas harus tetap dijaga. Apa yang ditulis pers akan memengaruhi cara masyarakat memahami suatu peristiwa,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menyoroti pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai instrumen menjaga kualitas profesi. Ia bahkan mendorong agar pelaksanaannya dilakukan lebih ketat.
“Uji kompetensi sangat penting. Saya berharap prosesnya bisa lebih ketat lagi. Wartawan adalah profesi terhormat yang harus dijaga marwahnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar profesi jurnalistik tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk sebagai alat tekanan terhadap pihak tertentu.
“Pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif. Tulis apa yang benar-benar dilihat dan diketahui, sampaikan fakta apa adanya,” tegasnya.
Munafri menambahkan, pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan kritik konstruktif dan peringatan dini terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
“Pers adalah penyeimbang dalam pembangunan dan penjaga kualitas demokrasi,” pungkasnya.
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak cepat merespons laporan warga di media sosial…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI)…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus memperkuat implementasi Posyandu Era Baru sebagai pusat layanan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (PGIW Sulselra)…
This website uses cookies.